Kadang, jika menyunting dan menemukan kata yang “asing”, timbul dugaan penulis atau penerjemahnya salah ketik. Apalagi bila salah satu huruf dalam kata itu berdekatan posisinya dengan huruf lain dengan kata yang kita duga benar di keyboard. Tentu saja diperlukan pengecekan silang dan pengamatan konteks untuk membuktikan dugaan tersebut.

Semua kata ini saya temukan di KBBI IV versi cetak.

ka·bus 1 n kabut; 2 a kabur; tidak nyata kelihatan (seakan-akan tertutup kabut krn jauh dsb); 3 a tidak jernih (tt mata, kaca, dsb seakan-akan berkabut)

 

kerjang v tendang (dalam keadaan berbaring)

 

hi·du v, meng·hi·du v mencium (bau); membaui

 

ker·nyut [1] n kerut; kedut;

le·pa [1] /lépa/ n campuran kapur, semen, pasir, dsb untuk melekatkan batu bata dsb;

ark, ter·le·pa v 1 terbaring menelentang; tergeletak; terhantar (di tanah); 2 memanjang (ke bawah tt jubah dsb) sampai menyentuh tanah

le·pa [3] /lépa/, le·pa-le·pa n sampan kecil yg dibuat dr satu batang kayu (kelapa, biasanya bercadik)

 

me·tah adv sangat; sungguh: baru — , baru benar-benar; baru sekali; putih — , putih sekali

 

pan·dau ark n paya; rawa

 

ru·rut [2] v, me·ru·rut melurut; melucutkan; meluluskan (cincin dsb)

 

si·ah [2] v, ber·si·ah v 1 menghindar ke sisi (ke tepi); menepi (krn ada kendaraan lalu dsb); menyisi; 2 berlari cepat-cepat dan tidak keruan arahnya

ter·si·ah v terhindar (dr); tersisihkan; luput (dr)

 

ta·kur a tunduk;

me·na·kur v menunduk; menghadapkan wajah ke wajah

 

Terkait pemilihan kata tertentu dan maknanya, ada yang mengharapkan penjelasan berupa etimologi. Hanya saja saya bayangkan jika disertakan dalam kamus, harga KBBI semakin mahal atau hurufnya barangkali bertambah kecil sehingga membutuhkan kaca pembesar. Sekarang pun masih ada pekerja buku yang enggan membeli KBBI versi cetak dan lebih memilih versi online atau offline. Bukan berarti penjualannya sepi-sepi saja. Barangkali KBBI cetak tergolong, menyitir dan memodifikasi sedikit pernyataan Agus Irkham dalam buku Bestseller Sejak Cetakan Pertama, setara dengan buku eksklusif penuh gambar, “Ceruknya kecil, tapi dalam.”

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)