Kanker bukan lagi “monopoli” lansia. Bisa menghinggapi orang muda yang menjalani hidup sehat sekalipun, seperti Adam (Joseph Gordon-Levitt) pemuda 27 tahun yang semula hanya mengira sakit punggung biasa. Sejak itu, hidupnya tidak lagi sama.

Memberitahu orangtua bukan langkah mudah, kendati ibu Adam (Anjelica Huston) sudah terbiasa merawat orang sakit yakni suaminya yang menderita Alzheimer. Dialog Adam dan ibunya ketika menyampaikan kabar sedih ini membuat saya merenung.

Adam: I have cancer.
Diane: What do you mean you have cancer?
Adam: I have cancer. I…what do you want me to say?
Diane: When did this happen?
Adam: Uh…a couple day ago.
Diane: A couple of days ago? You waited a couple of days to tell me?
Adam: I’m sorry.

sumber: moviequotesandmore.com

Memang membingungkan. Niat baik meringankan beban orangtua yang sudah harus memikirkan satu masalah kerap membuat kita menunda satu pemberitahuan, namun membuat orangtua marah karena merasa tidak dianggap penting. Padahal memilih kata dan menghadapi reaksi bagi si sakit, dalam hal ini Adam, sudah cukup berat.

Perlahan tapi pasti, film ini menunjukkan apa yang sering didengungkan kata bijak dan aneka wejangan sejak dahulu kala: dalam susah, kita tahu siapa kawan sejati. Adam yang limbung, Adam yang berusaha tabah mengatasi efek kemoterapi, tetap didampingi sahabatnya yang kocak namun amat menyayangi dia, Kyle (Seth Rogen). Saya tersenyum-senyum ketika Kyle agak bergidik menemani Adam mencukur rambut sendiri. Namun saya ikut terharu kala Adam mengantar Kyle yang mabuk pulang dan menemukan buku Facing Cancer Together di kamar mandi sahabatnya. Pemuda konyol itu memperlakukan Adam jauh lebih baik ketimbang pacarnya sendiri, Rachel.

50/50 juga menghadirkan kejenakaan lain. Adam menemui psikolog bernama Katherine (Anna Kendrick) yang ternyata baru menangani dua pasien sebelumnya. Terapi ini bagian perawatan kanker yang ia derita. Kepada Katherine, Adam menceritakan komunikasi yang macet dengan ibunya yang senantiasa khawatir dan gadis itu membantu memberikan perspektif lain. Seperti psikolog yang diperankan Lucy Liu dalam Someday This Pain Will Be Useful to You, Katherine menyimak tanpa menggurui dan memberi penilaian semena-mena. Berikut dialog favorit saya:

Katherine: So you don’t have a car?
Adam: No, I don’t even have a license actually.
Katherine: Well, why not?
Adam: It’s like incredibly dangerous. It’s like the fifth leading cause of death. Which is…I guess just a few behind cancer.

50/50 adalah cerita penderita kanker yang cukup berbeda, istimewa, dan sangat saya sukai. Film ini diangkat dari pengalaman pribadi penulis skenarionya, dan saya bersyukur James McAvoy tidak jadi memerankan Adam.

Yeah. I mean…listen uh…you can’t change who your parent are. The only thing that you can change is uh…how you choose to deal with that.

[rating=5]


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)