Sumber: flixster

Setelah beberapa lama menonton film seri silih berganti, saya kangen juga nonton film lepas. Pilihan saya jatuh pada Admission, lantaran bertema “bau sekolah” dan ada Paul Rudd. Saya ngefans banget aktor satu ini, semoga dia takkan pernah main fil komedi yang mengandung adegan jijik:))

Ini juga kali pertama saya nonton akting Tina Fey, selama ini hanya tahu dia menulis buku dan komedian. Terbukti bahwa Tina Fey bukan sekadar cantik dan bikin saya betah memandang, namun menghidupkan karakter yang menjadikan film ini kian asyik ditonton.

Tina Fey memerankan Portia Nathan, petugas bagian pendaftaran Princeton. Dia sudah bekerja di sana selama 16 tahun. Salah satu tugasnya adalah menjelaskan serba-serbi Princeton pada calon peminat, termasuk sekolah alternatif milik John Pressman (Paul Rudd). John sendiri mengadopsi anak temannya asal Uganda, Nelson, yang cerdas, kritis, dan kemudian menyukai Portia.

Urusan keorangtuaan dalam cerita film jadi bonus istimewa buat saya sehingga Admission tidak sama dengan komedi romantis lain yang melulu membahas percintaan. Ada pula kisah hubungan “unik” Portia dengan ibunya, Susannah. Wanita itu penulis feminis yang eksentrik dan populer di bidangnya. Komunikasi ibu-anak wanita yang sudah dewasa dan penuh gejolak menjadikan film ini kian menarik. Bahkan upaya John untuk menjadi ayah “sempurna” penuh cinta bagi Nelson tidak semudah dugaannya. Sementara John berusaha agar salah satu murid genius temuannya, Jeremiah Balakian, bisa masuk Princeton.

Mengamati Portia mencoba dekat dengan Jeremiah tak ayal membuat mata saya berkaca-kaca. Adegan favorit lainnya adalah ketika Portia mengungkapkan unek-unek pada Susannah. Mampukah semua ibu di hari tuanya, atau suatu saat setelah anak mereka bisa mengemukakan pendapat, mendengar sang anak berterus terang mengenai mereka?

Belakangan saya baru tahu film ini diadaptasi dari novel. Tontonan yang cocok untuk seumuran saya:)


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)