Kiat ini saya temukan waktu jalan-jalan di Forum Elexmedia, tentunya disampaikan oleh editor Elexmedia pula. Tipsnya bermanfaat juga ketika melamar ke penerbit lain.

1. Saat mengirim e-mail lamaran, pastikan selalu ada pengantar dalam badan e-mail, sekalipun hanya 1 kalimat, “Terlampir CV dan porfolio atau contoh terjemahan.”
Jangan sekali-sekali mengirim email kosong, apalagi tanpa subyek.

2. Untuk memudahkan pengarsipan beri nama file CV dan portofolio dengan keterangan lengkap. Misalnya: “CV – xxx (nama Anda)” Bisa Anda bayangkan jika ada 30 pengirim lamaran dan semua memakai nama file CV pada attachment, maka file Anda hanya akan ditandai sebagai CV01, CV02, dan seterusnya secara otomatis oleh komputer.

3. CV dan portofolio/contoh terjemahan sebaiknya dibuat dalam satu attachment saja.

Portofolio saya kan panjang, susah dong meringkasnya.

Justru di situlah seninya. Semua pelamar yang masuk, pasti akan kita tes, jadi jangan berkecil hati untuk yang belum pernah punya pengalaman menerjemahkan. Menerjemahkan novel berbeda dengan menerjemahkan dokumen teknis. Lebih kepada ‘rasa berbahasa’ (tapi jangan dianggap juga boleh menerjemahkan seenaknya.

4. Ketika mengerjakan tes, ingat selalu kerjakan dengan sebaik-baiknya. Mungkin Anda tidak selalu langsung dihubungi, tetapi jika hasil pekerjaan Anda baik, percayalah nama Anda tidak akan dimasukkan ke dalam ‘kotak terbuang.”


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)