Kantuk bisa membuat otak terpeleset. Sebelum tidur siang, saya membaca-baca materi editan yang berupa buku asli sambil rebahan. Ada kalimat sbb:

We need to stop at the grocery store on the way home and I’ll prove it to you.”

Dalam konteks, sang protagonis sedang berutang besar dan perlu berhemat. Jadi saya pikir, artinya:

“Kita jangan mampir ke toko bahan makanan dalam perjalanan pulang, lihat saja.”

Pikir-pikir, memang aneh sih. Sesering apa mereka belanja? Setelah bangun tidur dan “mengumpulkan nyawa”, saya lihat penerjemah mengartikan begini:

“Kita perlu mampir di toko bahan makanan dalam perjalanan pulang dan aku akan membuktikannya padamu.”

Semula saya pikir yang dibuktikan adalah tidak mampirnya, padahal yang benar pembuktian pengencangan ikat pinggang:))

Rupanya mata saya melewatkan at, atau otak yang kabur… memang benar kata Bhai Benny Rhamdani, “Jangan mengedit dengan tenaga sisa.”


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)