buku aku ingat

Mengenai buku suntingan Mas Agus yang terbit bulan Mei 2013 ini, dua kata yang terlintas di benak saya: “sangat menyentuh”.

Saat sampai di kisah lima tipe orang yang tidak cocok dijadikan teman, antara lain orang dungu, Mas Agus teringat Gurindam 12 yang diolah menjadi lagu Jogja Hiphop.

Saya tertohok oleh kisah Abu al-Darda yang hampir tidak memiliki apa pun. Menurut dia, “Jalan menuju akhirat itu berat dan penuh rintangan. Orang yang bawaannya ringan tentu akan lebih cepat daripada yang bawaannya berat.” (hal. 35-36)

Ada pula kisah yang cocok dibaca orang pemarah atau mudah sakit hati, yakni Musa yang berang terhadap Qarun. Allah menegur dan menyampaikan bahwa bila Qarun memohon pertolongan pada-Nya, Dia akan memenuhi.

Cerita perihal maut yang selalu tepat waktu tentu saja ada. Saya termenung cukup lama setelah menyimak utusan Izra’il, yakni “Sakit, uban, kepikunan, melemahnya pendengaran dan penglihatan, kematian para kerabat dan orang-orang yang dikasihi.” (hal. 45) Dalam kisah Tak Mungkin Bisa Memuaskan Semua Orang, ada kalimat penutup “padahal keinginan setiap orang adalah sesuatu yang tak berkesudahan.” Saya teringat lagi lirik lagu Iwan Fals, “Keinginan adalah sumber penderitaan.”

Yang paling menggetarkan adalah kisah seorang ayah yang pulang dan mendapati anaknya meninggal. Sang istri tahu persis suaminya begitu mencintai anak itu dan menyampaikan secara halus agar sang suami ikhlas. Dia bertanya apakah pemilik boleh mengambil kembali apa yang dia pinjamkan, dan suaminya mengiakan. Demikian pula sang anak, yang sesungguhnya titipan Allah dan boleh Dia ambil kapan saja.

Ada pula yang mengundang senyum. Misalnya di hal. 187, seorang lelaki berkata, “Demi Allah, aku sampai lupa nama karena ceramahmu cukup panjang.”

Terkait kisah yang dijadikan judul buku ini, saya dan Mas Agus berusaha menafsirkan sendiri. Kisahnya  singkat, mengenai orang miskin yang mengaku ingat seorang kaya setiap kali lupa Tuhan. Menurut kami, setiap kali si miskin tengah lupa Tuhan dan kurang bersyukur, dia mengingat si kaya (yang kemungkinan bukan pribadi teladan) dengan sengaja.

Silakan baca beberapa nukilannya di blog Juman Rofarif, antara lain ini dan ini. Daftar isi buku dapat diintip di sana.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)