Judul tulisan ini merupakan kesimpulan pribadi ketika oprek-oprek laptop kemarin. Bukan apa-apa, niat semula adalah upgrade FLV player setelah diajari beberapa hal oleh Dita. Selain itu, saya tengah menyalin sejumlah dokumen dari harddisk eksternal adik. Tapi begitulah, nikmat “racun” Google dan pernak-pernik komputer ibarat tobat sambel buat saya. Mungkin seperti kucing, saya cepat berubah kebiasaan.

Apa pasal? Baru seminggu beralih ke trackpad, saya gagap menggunakan Ceri. Laptop Mas Agus ini dinamai demikian karena mereknya Acer tipe 4736Z. Dari fitur jelas banyak berbeda dengan Toshi, OS-nya pun masih Windows XP. Saya sangat terheran-heran karena walau ada tombol Wi-fi di barisan kanan, koneksinya tidak tersambung. Bahkan setelah ubek-ubek Control Panel dengan bantuan Help, submenu Network Tasks-nya tidak lengkap. Nah lho!

Jangan-jangan ada menu yang tidak terinstall dengan teliti. Maklum, OS versi petani. Ketika Ceri harus diformat ulang untuk pertama kalinya dalam 4 tahun, sayalah yang melakukan. Bisa jadi faktor yang berpengaruh pula, mengingat saya teknisi amatiran. Karena penasaran, saya bandingkan Device Manager Toshi dan Ceri untuk mengonfirmasi dugaan bahwa Ceri kekurangan driver Wi-fi. Ini berdasarkan pengalaman dulu sewaktu bluetooth-nya tidak dapat digunakan padahal ada tombolnya juga.

Di sinilah nyaris terjadi kekacauan fatal. Saya googling driver gratisan (entah kenapa tidak ingat mencari di backup harddisk eksternal), kemudian asal masuk situs berdomain asing dan download beberapa opsi driver dari sana. Ketika hendak install, antivirus mengingatkan adanya malware menyusup dari driver antah berantah itu. Menurut Zaizai yang berbaik hati menemani sambil mengecek, domain asing tadi sudah dikuasai cracker. Buru-buru saya buang, deh.

Mondar-mandir lagi di Google, saya singgah di situ. Sebelumnya, saya baca ulang beberapa web yang memuat spesifikasi Ceri untuk memastikan memang bisa Wifi. Setelah membandingkan kembali Device Manager, saya baca basmalah kemudian install driver Atheros. Langsung ada notifikasi: Wireless Connection found.

Akhirnya Ceri bisa ber-Wi-fi juga di rumah, modem cadangan dapat dihemat kuotanya. Memang lebih ribet karena OS-nya XP dan saya banyak lupa, harus bolak-balik ketik Help dan memelototi Control Panel. Nyari Device Manager pun lupa lewat mana.

Bukti lain terdistraksinya saya: saya sempat menyadari bahwa drive D di Ceri berisi folder-folder lama saya (dulu saya pakai sebelum ada Toshi) tidak diganggu gugat oleh Mas Agus. Bukannya saya larang sih, tapi tetap terharu. Jadilah saya bersih-bersih sedikit agar harddisknya lebih lapang, meskipun belum selesai.

Catatan: Ceri belum bisa dijadikan hotspot. Entah kenapa.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)