… alias yang paling sering ganti ada tiga: ponsel, modem, dan komputer. Diurutkan menurut frekuensi tersering.

Tahun 2004, pekerjaan kami belum terlalu tergantung internet. Order masih datang lewat telepon dan ditindaklanjuti dengan temu muka apabila memungkinkan (baca: dalam kota). Bisa saja menggunakan Telkomnet Instan, tapi sambungan telepon rumah orangtua bukan main jeleknya. Sering bocor dan kresek-kresek. Jadilah kalau perlu online, kami jalan kaki dua kilometer ke warnet di sebelah gerbang kompleks.

Jauh? Memang. Tapi saat itu kami masih muda (ehem!), kuat jalan meskipun lingkungan tidak teduh, dan memilih pagi-pagi supaya tidak kepanasan. Pulangnya barulah naik becak. Saya senyum pasrah saja sewaktu teman-teman hobiis IT (sebetulnya mereka praktisi, sih) bereaksi dramatis mengetahui saya masih pakai disket dan CD. “Internet dial-up hari gini? Pake broadband kenceng dan lebih murah, bla bla bla…” Ya ya, mereka mana ngerti bahwa kabupaten punya prosedur “spesial” dan tidak kecipratan kemudahan itu. Terus terang saya bosan menerangkannya:p

Setahun kemudian, kami lagi-lagi belum mampu menjangkau fasilitas koneksi yang “memadai”. Kali ini warnetnya lebih jauh, harus naik angkot sekitar setengah jam. Perlahan-lahan muncul warnet kecil di luar kompleks, tapi masih bisa jalan kaki dan lingkungannya nyaman.

Lho, kok jadi cerita tentang warnet ya? Yah, siapa tahu ada generasi sekarang yang mengira internet di Indonesia itu langsung broadband dan semacamnya:))

Komputer yang bisa dihitung adalah PC lungsuran kakak tahun 2005. Bukan lungsuran murni malah, sejak beli belum pernah dia pakai. Setahun kemudian, saya mampu membeli laptop seken dengan royalti buku. Toshi penuh kenangan manis itu kini masih berfungsi, digunakan keponakan. Dulu harganya masih lumayan tinggi, hampir 3 juta, tapi memang bandel.

Tahun 2009, Ceri menjadi laptop perdana kami yang gres. Sengaja minta orang toko langganan memilihkan yang kuat diajak kerja siang-malam. Sekalian jaga lilin. Lantaran begitu dipakai langsung kerja berat, dalam tempo singkat baterainya jadi ketergantungan charger.

Tahun berikutnya, saya beli netbook yang nyaris kembar dengan Dhyan dari honor terjemahan novel. Ternyata mata saya tak kuat lagi melihat yang kecil-kecil dalam waktu lama. Netbook bernama Cerah itu dijual tahun lalu, kemudian saya beralih ke PC lagi. PC yang mengenaskan sakit-sakitannya hingga mati total. Toshi yang saya gunakan sekarang menjadi penggantinya. Alhamdulillah pas butuh, pas ada rezekinya.

PC memang kurang cocok di daerah kediaman kami yang sering kena pemadaman bergilir. Tapi barang itu masih utuh di bawah meja saya. DVD eksternal-nya dipasangkan ke PC warung, sebab saya nggak betah melihat barang nganggur lalu rusak dimakan waktu. Sebelum dibawa ke tempat reparasi, kami harus cari harddisk dulu. Pasalnya, harddisk PC berisi aneka macam data yang konfidensial. Kapan? Ya, kapan-kapan. Tempat reparasinya saja jauuuuh sekali.

Teman komputer yang juga lumayan sering berganti adalah printer. Kami masih berurusan dengan kertas dalam bekerja, selain aktivitas lainnya. Telanjur cocok pula dengan satu merek. Mengingat fotokopi di lereng gunung ini sangat langka, kami memutuskan membeli printer 3in1. Saya lupa apakah Toshi di-install-i driver printer juga atau tidak, karena Mas Agus yang lebih sering memakai.

Pernik komputer lainnya yang penting, yakni harddisk eksternal, malah baru kami beli belakangan. Satu orang satu, meski tetap saja data saya yang mendominasi:))

Oh ya, ada satu peristiwa yang sulit saya lupakan. Pertama kali praktik format harddisk sendiri, saya melakukan kesalahan fatal. Data tidak di-backup dulu, dan nahasnya yang jadi korban terhapus adalah… seluruh data kerja Mas Agus! Sungguh ajaib dia tidak marah sama sekali, sedangkan saya panas dingin tak keruan.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

PREVIOUS ARTICLE

NEXT ARTICLE

Leave a Reply

  • (not be published)