Mengapa beberapa? Tidak bisa disebutkan semua, karena dalih klasik: ingatan yang mulai berkarat.

Nomor tidak menunjukkan urutan:

  1. Desersi – KPG. Beli di obralan dekat Carrefour, langsung tamat dibaca karena amat terkesan.
  2. Wasripin dan Satinah – Kuntowijoyo. Saya terharu banget karena sewaktu menghadiahkannya di hari ulang tahun ke… (lupa), atas bantuan Retno, dia langsung membaca dan menamatkan buku ini. “Emosi saya bisa terbawa,” kata Pak Editor. Dan itu memang jarang.
  3. Mantra Pejinak Ular – Kuntowijoyo. Salutnya saya, walau sangat menyukai buku ini, dia rela menghadiahkan pada keponakan yang baru suka baca di usia SMA.
  4. Auk – Arswendo Atmowiloto. Idem.
  5. Tetralogi Bartimaeus – Jonathan Stroud. Fantasi pertama yang ia baca dan suka.
  6. Ronggeng Dukuh Paruk – Ahmad Tohari. Buku yang mengurat-akar dalam karakternya. Dia bilang, tak ada duanya.
  7. Imperium – Robert Harris. Tidak mengagetkan sih, sebab dia meminati tema politik.
  8. Serial silat Kho Ping Hoo. Ini bacaannya di masa kecil, mungkin menumbuhkan minat Pak Editor sebagai pendekar silat.
  9. Dua Ibu – Arswendo Atmowiloto. Dia berhasil menularkan emosi saat membaca buku ini pada saya.
  10. Klop – Putu Wijaya.
  11. Saman – Ayu Utami. Kalau saya, jujur membaca ini dengan pikiran sangat nakal.
  12. Lingkar Tanah Lingkar Air – Ahmad Tohari.
  13. Anak Bajang Menggiring Angin – Sindhunata.
  14. Musashi – Eiji Yoshikawa. Tinggal buku terakhir. Dia beli versi jadul terpisah-pisah, dan nggak mau beli satu buku yang tebal sekali itu karena merasa sudah baca tiga bagian.
  15. Panembahan Senopati – Arswendo Atmowiloto. Boxset-nya masih bertengger manis tak jauh di dekat saya. Pantas saja dia mampu menyunting kisah silat pada suatu waktu.
  16. Dari Puncak Bagdad – Tamim Ansary. Karena sangat sayang pada putra asuh kami, Pak Editor menghadiahkan buku ini untuk menambah pengetahuannya. Memang tengah dibaca sedikit demi sedikit dan menunjang tugas kuliahnya. Kesan dia sendiri, “Hebat! Nonfiksi yang kubaca kayak fiksi. Gak mau terlewat satu bagian pun.”
  17. Young Samurai – Chris Bradford. Baru baca dua buku, seingat saya. Memang belum beli lagi.
  18. The Gas Room – Stephen Spignessi. Thriller terbitan lama, tapi dia menceritakannya berulang-ulang pada saya seusai baca:)
  19. Bad Men – John Connolly. Sabar sekali dia membaca buku berhuruf kecil-kecil dan rapat ini. Mendalami karakter, katanya:)
  20. Zaman Edan – Ronggowarsito.

 

Ihwal editannya sendiri, sejauh ini yang dia suka pake banget (pinjem bahasa gaul post power alay) adalah Swimsuit-nya James Patterson. Betapa jeli pilihan Mbak Anastasia Wijaya yang memilih buku tersebut untuk diedit Mas Caroge.

Juga Perang Muhammad, menurut dia terjemahannya bagus. Saya pun setuju:)

 

Catatan: istilah post power alay adalah kreasi Ayu


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

4 Responses to “ Beberapa Bacaan Favorit Pak Editor ”

  1. gravatar SP Reply
    May 29th, 2013

    Hehe.. Dari daftar, cuma baca Saman dan Anak Bajang Menggiring Angin. Yang terakhir, suka pakai banget :))

    Swimsuit emang oye. Penasaran ga berhenti2. Kapan ya dapat yang gitu lagi? :p

    • gravatar Rini Nurul Reply
      May 29th, 2013

      Mending Mei, aku belum kunjung baca Anak Bajang itu:D
      Tentang Swimsuit, mari berdoa bersama;)

  2. gravatar Vavai Reply
    May 30th, 2013

    Hi Mbak Rin,

    Wah, kok beberapa judul buku favoritnya milik koleksiku ya. Jangan-jangan kesukaannya samaan nih. Desersi, Kuntowijoyo, Eiji Yoshikawa, Ahmad Tohari. Mangstap.

    Jadi ingat gaya tulisan Mbak Rin nih, mengalir dalam bercerita.

    • gravatar Rini Nurul Reply
      May 30th, 2013

      Hai Mas Vavai, lama tak “bersua”. Apa kabar dunia IT?
      Sepertinya begitu. Saya juga baca-baca postingan Mas Vavai, lho. Seru:D
      Terima kasih sudah berkunjung:)

Leave a Reply

  • (not be published)