Cover oleh Marcel A.W.

Cover oleh Marcel A.W.

Bila sudah bekerja sama beberapa kali, ada semacam keleluasaan untuk mengobrolkan judul novel yang akan disunting beserta nama penerjemahnya tak lama sebelum bersepakat dan menerima file naskah. Itulah yang terjadi pada novel ini, yang entah mengapa membetot ingatan saya pada salah satu karya Meg Cabot. Sekadar kemiripan judul sebab saya belum membaca chicklit tersebut. Dan jelas, yang saya hadapi ini bergenre Harlequin.

Nuansa chicklit-nya terasa begitu saya memulai baca. Saya belum pernah membaca buah pena sang penerjemah yang juga penulis, namun terbukti latar belakangnya itu amat membantu. Alih bahasa Bad Boys Do lancar tak terkatakan, saya hanya tinggal berdiskusi dengan PJ mengenai porsi bahasa gaul yang diperkenankan dalam genre ini. Cukup dimaklumi sebab perlu ada pembedaan gaya bahasa yang signifikan antara Harlequin (yang ini termasuk Single Title), Historical Romance, dan chicklit sebagai contohnya.

Bukan berarti hasil editan saya bebas koreksi total, memang. Saya masih dapat catatan dari PJ, di antaranya lupa mengganti “cowok” dan “cewek”. Koreksian itu masuk sewaktu saya menangani genre sejenis, jadi alhamdulillah saya sempat memperbaiki sebelum setor:) Namun saking luwesnya terjemahan satu ini, saya bisa mengedit santai-santai di bulan Ramadhan. Pagi hari memang, selagi masih segar. Bahkan sebagian saya kerjakan di rumah orangtua, tepatnya PC adik, karena sudah memasuki pekan terakhir menjelang Idul Fitri. Seperti biasa, adik saya kena gusur lantaran kakaknya datang berbekal pekerjaan:D

Selang beberapa bulan, saya baru tahu bahwa buku pertamanya selesai diterjemahkan belakangan dan ditawarkan untuk disunting suami. Langsung diiyakan mengingat alur dan gaya modern penulisnya masih segar di kepala, tidak akan memakan waktu lama dan diskusinya mudah. Seru juga, pas karakter sentralnya lelaki (Jamie) saya yang pegang, sedangkan ketika yang utama perempuan, diedit suami. Ceritanya pun agak dibalik. Yang pertama tentang duda memacari gadis lajang, sedangkan di sini wanita yang baru bercerai berkencan dengan pemuda lajang. Dan lebih muda, kalau tidak salah.

Buku ini beredar lebih cepat daripada perkiraan, dan semoga kejemuan pengarang bolak-balik ditanya, “Apanya Roald Dahl?” menjadi sepadan:)

 

[author]

[sws_related_post]


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

2 Responses to “ Behind The Book: Bad Boys Do ”

  1. gravatar Nita Reply
    April 3rd, 2013

    Kombinasi hijau, hitam, dan oranye di covernya cakep 🙂

    • gravatar Rini Nurul Reply
      April 3rd, 2013

      Terima kasih, Mbak:)

Leave a Reply

  • (not be published)