Believe me, it’s not a stretch. You are incredibly easy to love.

It was still visible but it didn’t hurt. That was the important thing

When you begged, people ignored you

Every parent makes mistakes

Some things you didn’t talk about, and someone who was a true friend didn’t make you

You can’t do something over and over and expect different results

There is no try. There is only do, or not do

you ought to try dealing with the things that are. Quit trying to rewrite the way they were.

“Be the mom he needs. Not the mom you think you need to be.”

Cukup banyak yang membuat saya menyukai pengalaman menyunting novel ini, di samping kutipan-kutipan impresif di atas.

  • Penerjemahnya yang kooperatif. Kemudian saya berkenalan dengan proofreader-nya juga.
  • Temanya yang relatif unik. Menurut editor penanggung jawab, “Ceritanya mutu, kok.” Demikian pula pendapat sang penerjemah, yang menyatakan suka novel ini. Indikator baik sehingga menyuntingnya jadi lancar. Genre drama keluarga dipadu potret profesi pengacara dan dunia hukum internasional serta keseharian dokter hewan di kota kecil adalah ramuan tepat yang menjadikan buku keempat Lakeshore Chronicles ini seru dibaca.
  • Ya, ini buku keempat dari satu seri. Seperti penerjemahnya, saya membaca dulu buku pertama yang baru terbit. Hebatnya sang penulis, nama-nama karakter masih menempel di benak saya. Asyiknya lagi, penyuntingan buku ketiga ditangani Lulu sehingga sesekali kami bisa berbincang, kalau-kalau ada istilah yang sama. Pada Lulu juga saya bertanya jika lupa identitas satu karakter yang pernah muncul di buku perdana tadi.
  • Ada kalimat-kalimat bahasa Prancisnya.
  • Karakter favorit saya: Noah Shepherd dan Sophie Bellamy. Novel ini menunjukkan bahwa dua karakter yang berbeda bisa bersatu, menemukan titik temu, tanpa menyakiti siapa pun.
  • Pertanyaan beberapa pembaca di milis Harlequin-Indonesia yang menyukai Lakeshore Chronicles dan menantikan kelanjutannya membuat saya deg-degan sekaligus bersemangat menuntaskan penyuntingan ini, tidak terlalu jauh jaraknya setelah Lulu menyelesaikan buku ketiga.
  • Asyiknya kalau sesama wanita “mengeroyok” novel drama romance, rebutan protagonis:))
  • Dilibatkan dalam perundingan konsep cover yang diserahkan pada Marcel A.W, desainer yang jempolan untuk buku-buku genre ini. Juga membaca sinopsisnya.

Hidup Susan Wiggs!:D


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

2 Responses to “ Behind The Book: Snowfall at Willow Lake ”

  1. gravatar Meilia Reply
    December 14th, 2012

    haha.. kutipan pertama juga salah satu favoritku, beserta yang lainnya. Sejauh ini, aku paling merasa dekat dengan Sophie dibanding tokoh-tokoh lainnya, Mbak 🙂

    (*the latest.. :p)

    • gravatar Rini Nurul Reply
      December 16th, 2012

      Tepat dong ya usulanku tempo hari, alhamdulillah ^_^

Leave a Reply

  • (not be published)