Secara keseluruhan, menyunting novel ini menuntut riset terbanyak sepanjang pengalaman pendek saya sebagai editor. Sebelum habis masa berlakunya, kuota paket internet saya terkuras. Sudah diperkirakan tentu saja, ketika ditawari menggarap penyuntingan ini dan saya masih menangani buku lain. Jadi semangat menepati tenggat. Mungkin ini bisa diterapkan lebih sering oleh para editor in house:))

Ternyata artikel dan wawancara tidak bisa disepelekan. Beberapa poin dalam artikel The Guardian ini sangat membantu saya memahami cara pandang sekaligus menjadi bahan riset yang berguna.

[sws_blockquote_endquote align=”” cite=”” quotestyle=”style01″] “Back then the term ‘ambulance chaser’ was very derogatory. You might sneak around trying to get cases quietly, but you didn’t want people to know that. This was all before TV and billboard advertising which, in America, is now out of control. It used to be that your reputation brought you clients.” He says the nature of the work he took on meant that sometimes he got paid and sometimes he didn’t. “I had a lot of trouble saying no and therefore I never made that much money. But you always had that chance, as my character Oscar says, of a good car wreck. These days someone who’s had a car wreck is lying in hospital watching TV, they see an ad and can call a lawyer. But that guy can’t try your case. He’s a lousy trial lawyer and afraid to go to court. It’s just a volume thing. To make as many settlements as they can, which is not always in the interests of the person who has been injured.” [/sws_blockquote_endquote]

Dari NYtimes:

Are you a fiction or a nonfiction person? What’s your favorite literary genre: Any guilty pleasures? Do you like to read other legal thrillers?

I read much more nonfiction, usually while researching the next novel. Books and studies on unlawful convictions, unfair trials, overcrowded prisons, prosecutorial misconduct, etc. I read most of the other legal thrillers on the best-seller lists to keep up with the competition.

Who are your favorites among the competition?

When “Presumed Innocent” was published in 1987, I was struggling to finish my first novel. Scott Turow re-energized the legal suspense genre with that book, and it inspired me to keep plugging along. Scott is still the best lawyer-novelist.

Satu hal penting lain dari Slushpile

[sws_blockquote_endquote align=”” cite=”” quotestyle=”style02″]When you write suspense, you cannot spend too much time with other elements of the story, such as setting, food, wine, relationships, etc. It’s a long list. You have to continually keep in mind that you are trying to make sure the pages are turning at a rapid rate. [/sws_blockquote_endquote]

THE-APPEAL-1

Sudah beberapa kali saya dilibatkan dalam konsep cover dan sinopsis. Saya baru sadar akan “selera warna” desainer yang diterapkan selama beberapa masa, meski belum sempat bertanya lebih lanjut mengapa dan adakah pertimbangan khususnya. Kala memikirkan cover, saya berusaha mengusulkan komponen yang berbeda dengan buku-buku Grisham sebelumnya. Yang tebersit langsung sosok wanita, karena karakter pengacara di buku ini adalah pasangan suami-istri. Saat diberi sejumlah alternatif, saya minta pendapat Mas Agus juga.

Ceritanya relatif “berat” sebagaimana lazimnya karya-karya Grisham. Belum banyak yang saya baca, kendati beberapa buku saya bolak-balik selama penyuntingan untuk mengecek istilah. Saya sempatkan nonton A Time To Kill dan The Client yang sama impresifnya guna membantu penghayatan cerita. Yang terakhir ini saya tonton sambil sesekali mengintip buku. Beruntung sebelum ini saya baru membaca Ford County dan diskusi sedikit dengan penerjemahnya, Fahmy Yamani. Soal bercerita, Grisham memang jempolan. Meski sudah lama, adaptasi layar lebar The Juror masih melekat di ingatan saya. Tak ketinggalan terima kasih pada Fanny Yuanita, penerjemah salah satu buku John Grisham yang menghadiahkan Theodore Boone – The Accused untuk bahan referensi lainnya.

Dibutuhkan waktu ekstra untuk menyunting The Appeal, namun harus diakui saya sulit berhenti “membacanya”. Seperti tersihir saja. Semakin dipertegas bahwa kemenangan di meja hijau bukan berarti boleh langsung bernapas lega. Pasangan Payton yang gigih digambarkan sangat realistis, sehingga anak-anaknya tidak keberatan pindah ke pemukiman sederhana dan ikut berkorban demi biaya peradilan yang besar lagi berlarut-larut.

Deg-degan juga ketika Mei cerita, Mbak Anastasia Widjaja langsung yang mengecek hasil suntingan saya. Koreksinya mengenai format Word yang entah kenapa hilang “jarak” dan spasi ketika dibuka di komputer GPU. Tanya punya tanya, Dita memberikan informasi bahwa versi Office kerap bentrok terutama 2010.

Sisi seru lainnya adalah untuk kali pertama, sinopsis yang saya tulis di-acc dan dipergunakan semua:D Saya pun dikirimi buku-buku thriller hardcover bahasa Inggris untuk menunjang, termasuk karya John Grisham yang belum saya baca:)
Skor satu sama dengan Mas Agus, sudah pernah menyunting novel hukum ^_^


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

4 Responses to “ Menyunting The Appeal (Naik Banding) ”

  1. gravatar Ms. Plaida Reply
    June 21st, 2013

    Waaw, kayaknya seru.. Udah lama nggak baca Grisham, court drama kadang terlalu real sampe rasanya terusik cukup lama sehabis baca bukunya.
    Endingnya relatif memuaskan kah, Mbak? *penting* 😀

    Soal spasi yang dempet-dempet pernah kejadian ke saya pas terakhir kali ngedit, langsung keringet dingin deh :)) Akhirnya saya minta dikirim balik yang doc saja alih-alih docx dan formatnya pun kembali normal 😀

    • gravatar Rini Nurul Reply
      June 21st, 2013

      Memuaskan nggak ya… buatku sih, realistis, Mbak Tia:)
      Terima kasih ya infonya:)

  2. gravatar Safinah Reply
    March 19th, 2015

    Halo kak, sy lagi baca the appeal nih yg john grisham. Hal 167, knp tiba2 muncul lele dan perkedel jagung di setting makan siang ron, tony, dan doreen :))) . Penasaran emg ada yg makan lele di mississipi hhehehhe

    • gravatar Rini Nurul Reply
      March 19th, 2015

      Halo, memang ada lele (catfish) di Sungai Mississippi. Ada artikel, video, dan lain-lainnya di Google. Terima kasih sudah baca The Appeal.

Leave a Reply

  • (not be published)