Sekitar enam tahun silam, saya mencebur ke sebuah forum pembaca setia suatu penerbit Jakarta yang cukup ramai untuk mencari contact person beberapa divisi redaksi. Waktu itu, moderator utama memberi tahu bahwa ada editor manajemen, editor buku IT, editor fiksi, dan sebagainya. Butuh kejelian untuk menyusuri thread yang ada, menemukan postingan editor bersangkutan berikut alamat email mereka yang terpampang.

Pada waktu itu saya masih meminati menulis dan langsung mengirim email ke salah satu editornya (lupa yang mana, kalau tak salah sih nonfiksi). Sekitar dua hari tak ada jawaban, kemudian saya berbincang-bincang dengan moderator utama. Beliau menjawab (mungkin jika lisan, sambil tersenyum-senyum), “Mbak Rini kan copywriter, pasti bisa menulis email yang langsung membuat penerimanya ingin membaca dan membalas.”

Saya praktikkan dengan menulis email baru dan mengganti subjek. Sependek ingatan saya, subjeknya berbunyi, ‘Saya punya usulan topik menarik untuk diterbitkan’. Dan tak sampai hitungan jam, email tersebut dibalas. Memang kerja samanya tidak jadi, namun wejangan sang editor masih melekat sampai sekarang. Saran itu saya praktikkan lagi kemudian untuk menghubungi editor lain guna melamar sebagai penerjemah. Tes diberikan esok harinya, tapi materinya relatif berat, bergenre sastra dunia berbau surealis dan saya tidak lulus. Bukunya mungkin sudah terbit sekarang.

Ketika saya berkomunikasi dengan seorang editor di grup penerbitan yang sama, email beliau selalu lugas dan ringkas. Subjek emailnya senantiasa spesifik dan saya terbawa karenanya. Contoh, saya pernah menulis email dengan subjek ‘Buku ABC sudah sampai’.

Suatu hari, tak lama setelah proyek selesai, saya memperoleh email dari beliau bersubjek ‘Next: [Judul Buku]’. Membaca next-nya saja sudah memotivasi sekali, bukan?:)


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

6 Responses to “ Belajar Cara Berkomunikasi dari Para Editor In House ”

  1. gravatar Nurchasanah Reply
    January 19th, 2012

    saya sedang mencobanya mbak, doakan saya berhasil. amin. 🙂

    • gravatar admin rinurbad.com Reply
      January 19th, 2012

      Aamiin, insya Allah:)

  2. gravatar Nunik Reply
    January 19th, 2012

    Nyoba, ahh. Selama ini kalau kirim email, aku nulis subjectnya standar banget. Hahahaha

    • gravatar admin rinurbad.com Reply
      January 19th, 2012

      Silakan, Nik, semoga sukses ya:)

  3. gravatar selviya Reply
    January 19th, 2012

    Wow, keren deh Mbak subject yang ini: ‘Saya punya usulan topik menarik untuk diterbitkan’. Sekali-kali dicoba ah 😀
    Thanks for sharing ya Mbak 🙂

    • gravatar admin rinurbad.com Reply
      January 20th, 2012

      Sama-sama, Selvy:)

Leave a Reply

  • (not be published)