Sumber: flixster

Saya tidak akan membahas cerita film bagus ini karena yakin Anda sudah nonton. Salah satu kutipan favorit, yang juga menunjukkan sedikitnya pertengkaran Jim dengan Mae, sbb:

[sws_green_box box_size=”100″] If we can’t stay together, that means we’ve lost, that means we’ve given up! [/sws_green_box]

Jim Braddock ingin menepati janji pada putranya, tidak menyerahkan mereka meskipun hidup sangat susah. Sepanjang film ini, saya memandang dia sebagai orang paling optimistis. Bukan berarti tidak mengukur risiko, namun tetap menjaga nilai-nilai dan harga diri secara proporsional. Jim siap berjuang ketika tangannya patah dan tidak bisa bertinju sementara waktu, bekerja kasar agar keluarganya tidak kelaparan.

Saya termenung menyaksikan adegan petugas listrik yang hendak memutus sambungan di rumah Jim. Mae menahannya dengan alasan punya anak, kemudian si petugas berkilah, “I have kids, too. If I don’t do it, they’ll let me go.” Juga saat Mae menggedor pintu apartemen mewah Joe, manajer Jim, kemudian terperangah karena apartemen itu hampir kosong. Bahkan Joe (Paul Giamatti) menjual barang terakhir yang dapat dilepasnya agar dapat membiayai latihan Jim.

Saat itu Mas Agus bercerita tentang kebanyakan istri petinju yang tidak cocok dengan manajer. Biasanya petinju berganti manajer setelah menikah, padahal manajer lama yang menyaksikan sang petinju tumbuh dan sama-sama mulai dari nol biasanya lebih mengerti harus bagaimana. Menurut dia, film ini menonjolkan sisi manusiawi petinju, sedangkan Rocky dari segi petinju dan teknik-tekniknya, dan Ali dari segi politik.

Di satu sisi, sikap Joe menjaga Jim mirip Jerry Maguire versi tinju.

Ini jenis olahraga yang paling bikin saya meringis, tapi Russell Crowe sebagai spesialis kisah nyata (wanitanya adalah Hilary Swank) layak ditonton utuh. Saya jadi tahu bayar ring itu mahal, dalam dunia tinju pun ada strategi psikologis. Untuk menundukkan mental lawan yang lebih muda, Joe meminta Jim berdiri di waktu istirahat dan tidak duduk. Saya pun baru tahu petinju ditempeli uang logam yang dicelup es saat luka supaya darahnya berhenti. Belum lagi urusan promosi dan pers yang mengharuskan dua petarung terlihat akrab di depan kamera wartawan.

Ada dua adegan yang paling mengesankan buat kami:

  1. Ketika Jim mengembalikan tunjangan pemerintah. Ini tidak familier di negara kita sehingga kami nyaris tidak ngeh. Tapi demikianlah salah satu contoh sikap Jim yang optimistis dan tidak menyalahkan keadaan.
  2. Ketika Jim tetap bekerja kasar setelah turun ring. Namanya masuk koran, orang mulai tahu siapa dia (lagi). Namun Jim tidak gengsi dan tetap kembali.

 

Sumber: flixster Saya tidak akan membahas cerita film bagus ini karena yakin Anda sudah nonton. Salah satu kutipan favorit, yang juga menunjukkan sedikitnya pertengkaran Jim dengan Mae, sbb: [sws_green_box box_size="100"] If we can't stay together, that means we've lost, that means we've given up! [/sws_green_box] Jim Braddock ingin menepati janji pada putranya, tidak menyerahkan mereka meskipun hidup sangat susah. Sepanjang film ini, saya memandang dia sebagai orang paling optimistis. Bukan berarti tidak mengukur risiko, namun tetap menjaga nilai-nilai dan harga diri secara proporsional. Jim siap berjuang ketika tangannya patah dan tidak bisa bertinju sementara waktu, bekerja kasar agar keluarganya tidak kelaparan. Saya termenung menyaksikan adegan petugas listrik yang hendak memutus sambungan di rumah Jim. Mae menahannya dengan alasan punya anak, kemudian si petugas berkilah, "I have kids, too. If I don't do it, they'll let me go." Juga saat Mae menggedor pintu apartemen mewah Joe, manajer Jim, kemudian terperangah karena apartemen itu hampir kosong. Bahkan Joe (Paul Giamatti) menjual barang terakhir yang dapat dilepasnya agar dapat membiayai latihan Jim. Saat itu Mas Agus bercerita tentang kebanyakan istri petinju yang tidak cocok dengan manajer. Biasanya petinju berganti manajer setelah menikah, padahal manajer lama yang menyaksikan sang petinju tumbuh dan sama-sama mulai dari nol biasanya lebih mengerti harus bagaimana. Menurut dia, film ini menonjolkan sisi manusiawi petinju, sedangkan Rocky dari segi petinju dan teknik-tekniknya, dan Ali dari segi politik. Di satu sisi, sikap Joe menjaga Jim mirip Jerry Maguire versi tinju. Ini jenis olahraga yang paling bikin saya meringis, tapi Russell Crowe sebagai spesialis kisah nyata (wanitanya adalah Hilary Swank) layak ditonton utuh. Saya jadi tahu bayar ring itu mahal, dalam dunia tinju pun ada strategi psikologis. Untuk menundukkan mental lawan yang lebih muda, Joe meminta Jim berdiri di waktu istirahat dan tidak duduk. Saya pun baru tahu petinju ditempeli uang logam yang dicelup es saat luka supaya darahnya berhenti. Belum lagi urusan promosi dan pers yang mengharuskan dua petarung terlihat akrab di depan kamera wartawan. Ada dua adegan yang paling mengesankan buat kami: Ketika Jim mengembalikan tunjangan pemerintah. Ini tidak familier di negara kita sehingga kami nyaris tidak ngeh. Tapi demikianlah salah satu contoh sikap Jim yang optimistis dan tidak menyalahkan keadaan. Ketika Jim tetap bekerja kasar setelah turun ring. Namanya masuk koran, orang mulai tahu siapa dia (lagi). Namun Jim tidak gengsi dan tetap kembali.  

Kesan Rinurbad

Cerita
Akting

Inspiratif

Tak ada kata terlambat untuk menonton film bermutu

User Rating: 4.95 ( 1 votes)
100

Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)