mekso

Berbeda sekian inci memang tetap terasa efeknya. Setelah sekian lama mengakrabi layar Ceri dan PC yang lumayan tinggi memadai, saya agak gelagapan menggunakan Toshi. Kadang-kadang bisa diakali dengan memperbesar resolusi, meski risikonya ada beberapa bagian yang tidak tampak (harus meraba-raba karena layarnya tidak muat). Ini masih jauh lebih baik daripada memakai netbook, baru sebentar saja mata saya sudah pegal karena pandangan menciut.

Berhubung PC mati total sejak awal bulan kemarin, saya manfaatkan saja monitornya. Sayang kalau dionggokkan lalu tertendang tak sengaja atau malah berdebu.

Layar yang nyaman ini membuat saya makin kerasan utak-atik, hobi yang sangat berguna untuk menumpas stres. Pagi ini misalnya, setelah jalan-jalan ke blog Nunik yang baru ganti kulit, saya mengetahui bahwa desain theme WordPress.org bisa dilakukan sendiri dengan memilih alternatif di luar yang disediakan WP. Telat? Memang.

Word pun saya beri warna latar:D

Word pun saya beri warna latar:D

Saya gunakan fitur ini untuk menambah semangat ngeblog di sana yang sempat lama telantar. Mumpung sedang suka hijau, saya pilih yang hijau juga. Setelah download dari tempat asalnya, klik Appearance->Themes-> Change themes completely. Klik Upload, file zip tadi masuk, Activate. Beres deh:D

Ketika pelan-pelan mengarahkan kursor, saya baru sadar bahwa ikon W di pojok kiri atas bukan pajangan belaka. Tinggal ke sana saja untuk masuk Support Forum. Oh la la:))

Mas Agus yang pasang Gadget kalender dan cek suhu itu:)

Mas Agus yang pasang Gadget kalender dan cek suhu itu:)

Sama dengan ketika memakai PC, layar ini ada masalah. Berbayang-bayang seperti layar TV setelah kena angin atau turun hujan. Maklum, barang tua. Saya cabut kabel konektornya dari laptop, matikan sejenak, kemudian pakai lagi. Tadi pagi cara itu tidak berhasil, bayang-bayangnya kian parah. Nah lho… Ternyata kabel konektornya kurang nancap:))

 

[author]

[sws_related_post]


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)