http://www.amartapura.com/view_book.php?id=08052001&bookid=22781

Penulis: Yoko Matsumoto

Penerjemah: Triasti

Penerbit: Elex Media Komputindo, 1996

Tebal: 204 halaman

Sekitar sepuluh tahun lalu, saya sering menahan kantuk demi menonton seri Twilight Zone yang dipandu Forest Whitaker dan ditayangkan tengah malam. Dari sanalah berkembang hobi saya menyimak cerita pendek-pendek, termasuk horor.

Ketertarikan sama besarnya saya alami tatkala membaca komik misteri satu ini. Diawali kisah Mahiro, gadis yang bekerja paruh waktu di sebuah penginapan berlokasi tidak lazim. Jembatan gantung berbahaya di atas jurang curam yang harus dilalui mengingatkan saya pada seri thriller remaja lokal yang sedang fenomenal. Misteri dan ketegangan mungkin paling cocok dihadirkan di tempat menyeramkan, terpencil, dan memungkinkan untuk menjadi lokasi tindak kejahatan.

Misteri tersembunyi yang melatarbelakangi putusnya jembatan lama menjadi titik pembuka. Ada tamu-tamu, kematian penuh tanda tanya, tekanan emosi, disusul ritual pemanggilan roh. Seperti biasa, Yoko Matsumoto lihai menyajikan horor yang anehnya tidak bikin kapok, malah penasaran membuka halaman terus. Saya sukses terkecoh karena menduga-duga terus: hantu betulan, rekayasa, misteri semata, atau…

Kekayaan ide sang penulis terlihat dari cerita-cerita selanjutnya. Dalam Kabut, Api, dan Sang Pembunuh, saya baru tahu ada mitos bahwa jika datang ke pemakaman waktu kabut turun, bisa bertemu orang  yang sudah meninggal. Penyulut Api tak kalah memesona, cerita singkat yang membekaskan kesan mendalam. Menurut salah satu karya fenomenal Stephen King, menyulut api termasuk kemampuan telekinesis tingkat rendah.

Apakah di kisah penutup sang penulis kehabisan napas? Ternyata tidak. Dengan mengangkat konsep waktu, topik paling sering sekaligus luas untuk diolah, terhidang cerita yang membetot rasa ingin tahu. Puri yang timbul-tenggelam karena tak kasatmata, pertemuan dua orang yang sama-sama bermimpi buruk. Kadang mimpi yang terus menggelisahkan perlu dibuktikan, karena mengandung petunjuk.

Spoiler Inside SelectShow
.

Skor: 5/5


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)