Pemikiran Corinne McKay di blognya cukup sederhana dan kreatif. Bonus akhir tahun bukan mutlak berarti uang, semata imbalan mengingat pekerja lepas mengupah diri sendiri.

Setelah menilik catatan administrasi pribadi, tahun ini kami cukup keras bekerja. Sengaja tidak saya hitung karya yang terbit, apalagi ada beberapa bukti terbit yang belum kami terima. Berhubung sudah ngebut awal Desember, saya memutuskan memperlambat ritme supaya cukup istirahat. Pasalnya, kesibukan Mas Agus mulai meningkat. Ini sebenarnya niatan beberapa tahun silam untuk agak kendur selagi dia berkonsentrasi pada proyek tersebut, tapi baru terwujud sekarang.

Cuti seminggu untuk memulihkan tangan sudah berlalu, namun saya belum tega membebani tangan dengan kerja berat. Sisi baiknya, saya tidak gelisah atau uring-uringan ketika pojok ruangan bocor besar dan membasahi kabel utama dekat meja kerja. Sementara, saya mencabut kabel itu dan tidak menggunakan laptop sampai hujan reda. Sekarang kabel dipindahkan Mas Agus mengingat kondisi belum memungkinkan untuk memperbaiki bocornya.

Beberes? Baru sebagian, sih. Saya baru sekali mengangsur tumpukan setrikaan. Juga baru sekali nyicil mencuci. Yang paling melegakan, mengeluarkan barang-barang tak terpakai. Lho, jadi kapan senang-senangnya?

Berlibur saat ini tidak terlintas di benak kami. Tahun Baru berarti lambaian beberapa tagihan rutin tahunan pula. Tidak ada resolusi, saya hanya mengikhlaskan sesuatu yang sudah sekian lama membuat pening. Selain itu, saya tidak keberatan rencana kami mengganti ubin kamar depan belum terlaksana. Saya juga menerima kondisi fotokopi kecil kami apa adanya, setelah setahun lebih tak menemukan pegawai baru.

Seperti Corinne, saya kerap mabuk teks sehingga sempat berhenti membaca buku sekian bulan. Tapi lantaran profesi menuntut, saya membaca lagi pelan-pelan sejumlah buku yang relatif tipis dan ringan. Di samping itu, yang saya anggap senang-senang adalah nonton DVD. Mungkin dalam hati Mas Agus berkata, “Kalap buku sembuh, kalap film kambuh.” Terkadang saya nonton beberapa episode film seri, selang-seling dengan film lepas, tayangan televisi tertentu, dan ACI di TVRI. Ngeblog juga jadi penyegaran yang mengasyikkan.

Bonus berbentuk barang adalah bantal panas ini:D Kami menemukannya tak sengaja di toko alat kesehatan seberang rumah sakit di kota, sewaktu Mama opname minggu lalu. Dulu saya punya warisan Bapak buatan tahun 80-an, rusak berat beberapa bulan silam karena terbakar sampai elemen dalam. Keliling apotik dan toko alat medis lain, dapatnya yang berpasir dan kecil. Memang jauh lebih murah, tapi cepat rusak. Lagi pula saya tak tahan bau ramuannya sehingga lebih sering dipakai orang lain.
Alhamdulillah masih ada bantal yang sesuai kebutuhan kami. Maklum, tulang cepat linu di musim hujan begini;)

Di postingan Corinne ada poin menggunakan jasa orang lain untuk tugas tertentu. Sejauh ini kami hanya sepakat untuk satu hal: jika Mas Agus harus bertemu klien pagi sekali atau malam, dia diantar tetangga pengojek. Ini sudah dilakukan tahun sebelumnya, karena pernah kejeblos parit saat nyetir motor sambil ngantuk.

 

Corinne belajar hal baru atau mencoba hobi lain. Yang saya lakukan bukan baru sih. Belakangan saya dapat kado buku berbahasa Prancis dan “bertemu” film berbahasa Prancis, mungkin sudah waktunya mengasah lagi kemammpuan saya yang mulai aus.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)