Semua berawal dari temuan tautan ini.

Saya tak urung tersenyum-senyum membaca ucapan beberapa penulis yang ada di sana.

We moved to this house eight years ago, because we thought that at last we’d have room for all our books. No chance! Every time I go into town I accidentally buy two or three books. – Philip Pullman

Saya selalu menyelamati diri sendiri bila melewati toko buku, yang terdekat dan kecil sekalipun, serta tidak tergoda untuk masuk. Mengapa? Masuk berarti membeli. Itu pasti. Dan menahan godaan itu jarang sukses terjadi. Beberapa hari yang lalu saja, saya menghampiri bagian obralan di halaman sebuah mal dan membeli lima eksemplar buku. Syukurlah, bukan untuk saya pribadi.

I’m often delightfully surprised by a book I’d forgotten. – masih kata Pullman.

Tak terhitung berapa kali saya mengalaminya. Pernah menduga satu buku keliru saya pindahtangankan, padahal sangat berharga untuk referensi di kemudian hari. Ketika iseng beberes, bukan dalam rangka mencari, ternyata ada!

Naturally, I buy more than I can read, so there is always at least a 100-book margin between what I own and what I’ve read.

Yang ini ucapan Junot Diaz.

Saya tidak akan menyebutkan berapa jumlah to-read sekarang.

 

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

2 Responses to “ Book Collecting Habits ”

  1. gravatar Retnadi Reply
    November 21st, 2011

    hehehe, to-read ku sampai tak terhingga :))

    • gravatar admin rinurbad.com Reply
      November 22nd, 2011

      Horee, ada teman! Tapi tentunya dulu Retno sempat baca buku-buku bagus, termasuk yang belum kuketahui;)

Leave a Reply

  • (not be published)