… tapi bacaan yang mengasyikkan.

Ini bukan ulasan, karena pastinya ensiklopedia terbitan 1978 tersebut akan saya baca berulang kali. Dalam konteks pekerjaan atau bukan. Sekarang saya baru melihat-lihat gambarnya dan menikmati terjemahan Drs. Wildan Yatim, sastrawan kenamaan yang berlatar belakang akademis biologi. Pada zaman itu, sependek pengetahuan saya, terjemahan para sastrawan senantiasa enak dibaca.

Buku hardcover ini ditulis oleh François Bourlière, ekolog Prancis. Berikut beberapa temuan kosakata, meski belum saya cek apakah masih berlaku sesuai ejaan sekarang atau tidak. Juga nukilan kalimat yang menurut saya menawan, menjadikan terjemahannya jauh dari kaku.

Rumpunan zaitun melereti lereng bukit dan pegunungan daerah Laut Tengah. Hidupnya terlunta di tanah gersang dengan penghematan air (hal. 65)

Memayaunya ladang (hal. 66)

Plangton (hal. 68)

Domba lapar di Israel ini mencari sekelumit tetunas di gurun gersang akibat tandasnya perumputan (hal. 78)

memustahilkan (hal. 80)

Karena pohon tahan garam ini menyerap limpahan air, tercegahlah adanya penggaraman lebih lanjut (hal. 81)

sarang karang yang aman angin (hal. 85)

menghampari (hal. 91)

meluruhkan dahanan (hal. 91)

menjarah rayah (hal. 92)

mengeripi (hal. 102)

Menjelang petang, wanita-wanita dan gadis-gadisnya menyebar ke sisi jalan menyuruki pinggiran kampung, mencari rerantingan dan kotoran untuk dibakar dalam api unggun pada malam hari (hal. 109)

Buku referensi sains dan sejarah yang puitis menawan ini kemungkinan besar akan menjadi harta karun saya, dengan label lima bintang ^_^

 

 

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

5 Responses to “ Bukan Buku Sains Biasa ”

    • gravatar admin rinurbad.com Reply
      April 19th, 2012

      Gaya seperti itu kuharapkan di buku nonfiksi lainnya, andai memungkinkan:)

      • gravatar selviya hanna Reply
        April 19th, 2012

        Memungkinkan, Mbak, kalau ada banyak deskripsi alam atau narasi seperti .Jika isinya pemaparan prinsip saja dan disampaikan dalam bahasa yang aslinya kaku, bisa-bisa penerjemahnya kudu rewrite from the scratch. 😛

  1. gravatar Femmy Reply
    April 19th, 2012

    Membaca narrative nonfiction memang menyenangkan 🙂

Leave a Reply

  • (not be published)