Sudah sering saya diceritai kolega editor in house bahwa pengiriman bukti terbit buku terjemahan termasuk butir kontrak dengan pemegang lisensi, bisa penulisnya sendiri atau melalui agen. Keterlibatan mereka dalam proses/penilaian hasil terjemahan pun telah diuraikan dengan jelas oleh Donna Widjajanto di blognya.

Ini salah satu bukti bahwa perjanjian mengenai pengiriman setelah terbit itu memang benar.

 

Foto paling atas adalah bukti terbit terbarunya. Memang tidak semua penulis sempat memposting di akun medsos masing-masing. Saya jadi ingat cerita seorang editor mengenai jumlah bukti terbit ini, ada yang mensyaratkan tujuh eksemplar. Lumayan juga biaya kirimnya.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)