Zemanta Related Posts Thumbnail

Belum lama ini kami menyunting novel historical romance berseri. Ketika terjemahan buku kedua sampai di mejanya, refleks saya mengecek nama penerjemah di Properties Word. Kadang kami melakukan ini iseng-iseng saja sih, sekalian mencatat gaya penerjemah termasuk dalam pemakaian versi Word.

Alhamdulillah, penerjemahnya sama dengan buku pertama. Kami membuka naskah editan pertama itu untuk melihat koreksi dan mempermudah penyuntingan. Catatan masukan untuk sang penerjemah juga dibaca lagi untuk mengecek apakah kata-kata yang sama masih perlu diperbaiki.

Di situlah ketakjuban kami timbul. Beberapa kosakata yang dulu dikoreksi sudah benar semua sesuai selingkung. Contohnya “kastil”. Setelah tidak menemukan “kastil” dengan Ctrl+F, kami memastikan dengan mencari “kastel”. Rapi semua. Begitu pula “coklat” di buku pertama, di buku kedua ini sudah jadi “cokelat” semua. Paling ketinggalan beberapa hal saja, seperti “seorang” dan “sebuah”. Itu pun jumlahnya sudah jauh berkurang daripada yang dulu.

Alangkah senangnya, ini berarti penerjemah benar-benar membaca catatan masukan yang kami tulis dulu. Semoga dia sukses dan pasti kami rekomendasikan ke penanggung jawab agar ordernya mengalir terus, karena mempermudah kerja editor.

Keterangan: gambar hanya ilustrasi, tidak ada hubungannya dengan naskah ini


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)