kekaryaan

Tadinya mau menjuduli “Kaleidoskop”, tapi untuk memeriksa arsip saja ribet dan sejak pagi tulisan ini tidak jadi-jadi.

Tahun ini suntingan Mas Agus yang terbit berjumlah 14 judul, saya beda sedikit (termasuk buku yang saya koreksi). Terjemahan saya terbit empat judul, semuanya dikerjakan tahun ini. Bukan karena saya lihai mengatur energi, melainkan karena buku-bukunya relatif tipis. Saya harus berterima kasih pada para editor penanggung jawab dan penerjemah yang bekerja optimal sehingga editan yang harus peras otak terbilang minim.chartrin

 

chartgus

Tahun ini juga tergolong semarak karena kami menyunting sekitar 25 buku. Terjemahan masih mendominasi. Saya sangat bersyukur sebab berkesempatan menggarap buku berbahasa Prancis dan nonfiksi lagi. Ada pula beberapa kegiatan yang menjadikan dinamika kerja semakin menyenangkan. Tahun depan kami tetap berkonsentrasi pada penyuntingan dan saya berharap bisa menerjemahkan buku bahasa Prancis lagi. Sekarang ada tantangan baru yang bikin semangat:)

Di luar kekaryaan, sungguh melegakan sewaktu kami mampu memperpanjang sewa warung kecil di kota sebelah. Juga memperoleh barang-barang berharga dari kerabat yang baik hati. Yang kami sebut berharga itu, misalnya ini:

Meja buatan baheula, pemberian Pak RT sewaktu pindahan

Menyenangkannya, tahun ini saya berhasil “cuti” dalam arti tidak bersentuhan dengan pekerjaan sama sekali selama beberapa hari. Rasanya segar dan menyehatkan berada di kawasan tanpa sinyal untuk sementara, baik juga untuk perkawinan kami:)

Setelah sekian tahun berupaya, tahun ini juga saya mampu mengurangi beban kerja di bulan Ramadhan. Bukan apa-apa, waktu terasa berlari saat itu dan biasanya tenggat jadi mundur karena tidak konsentrasi.

Ada satu kegagalan manajemen energi yang saya tandai. Tiap awal tahun keteteran, karena salah hitung waktu. Persisnya, saya lupa bahwa Februari tidak sampai 30 hari. Bila di bulan itu ada beberapa hari libur, makin sempitlah waktu jadinya. Semoga tahun mendatang strategi saya mengatasi itu bisa sukses:)

Yang terpenting, alhamdulillah kami sehat sehingga tetap dapat berkarya di sela mendampingi beberapa kemenakan menghadapi tugas akhir.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)