Mas Agus lebih pantes menyandang titel editor karena seluruh pekerjaannya emang didedikasikan untuk menyunting dan ngoreksi. Di luar mengedit, dia menjadi ghostwriter. Dia belum pernah menulis di koran, majalah, apalagi buku. Pernah kami duet nulis  [hasil merayu-rayu tujuh hari tujuh malam], tapi bukunya tidak diedarkan untuk umum.

Ada juga yang bisa dihadapi bareng. Di antaranya, formulir untuk keperluan iuran RT. Karena punya komputer di rumah, Mas Agus cukup sering dimintai bantuan seputar ketik-ketik persuratan. Bahkan kini diresmikan menjadi sekretaris RT.

Sebelum di-print, saya berkomentar, “Kayaknya tulisan di bawah itu kurang enak, deh. Demi kelancaran semua pihak, pembayaran paling lambat tanggal 10.” Kurang tegas, tuh. Nggak perlu alasan untuk menekankan pembayaran tepat waktu.”

“Jadi gimana?” Mas Agus bertanya.

Iuran harap dibayar paling lambat tanggal 10,” jawab saya. Alhamdulillah, pihak pengurus RT tidak komplen terhadap koreksi tersebut. Soal apakah warga tidak molor bayar sih, entahlah ya…

Satu-dua kali, Mas Agus dikaryakan sebagai personal editor [maksudnya editor pribadi] untuk terjemahan atau tulisan yang hendak saya setor ke penerbit. Saya tidak mau bikin klenger editor di seberang sana dengan kesalahan-kesalahan yang mestinya bisa diantisipasi sendiri. Tepatnya, berdua dengan Mas Agus.

Kelar diperiksa, saya cek lagi. Pengamanan berlapis, yang jadinya mirip acara tebak-tebakan. Pada tahap final pengecekan naskah terjemahan sebuah novel, saya cekakak-cekikik menemukan hasil olahan Mas Agus. “Pasti ini bikinan kamu ya, Mas? Ada kata ‘mengemuka’ dan ‘ngalor-ngidul’. Nggak inget bikin kata gitu soalnya.”

“Hehehe, ketemu juga,” dia tersenyum lebar.

“Terus ‘terkibat’.. itu apa ya? Kamu buka tesaurus?”

“Eeeh, itu sih salah ketik!”

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)