suddenlyyou

Nama Lisa Kleypas sangat tersohor di kalangan pembaca novel percintaan. Keponakan saya yang penggemar Harlequin pun hafal benar nama-nama pengarang genre itu, dan LK adalah salah satu favoritnya. Saya yang mengira (alias hanya hafal) Sandra Brown dan Nora Roberts langsung mengiyakan ketika ditawari Riska menyunting novel Suddenly You ini. Di samping nama pengarangnya, saya pernah menyampaikan pada Riska bahwa saya belum pernah menyunting historical romance. Baru tahu juga LK menulis genre tersebut, jadi penasaran dibuatnya.

Format buku aslinya mirip buku saku, sebagaimana kebanyakan genre Harlequin termasuk edisi Indonesianya yang baru belakangan saya sadari ketika menata di lemari. Tidak terlalu tebal dan hurufnya ramah penglihatan. Berkat terjemahan yang mulus, saya tidak butuh waktu lama untuk menyuntingnya.

Perwatakan Amanda, tokoh utama novel ini, sungguh merebut simpati. Semula saya mengira ceritanya biasa saja, keresahan seorang wanita lajang berusia 30 tahun yang belum berpengalaman dengan lawan jenis. Tetapi ternyata lebih dari itu. Amanda punya alasan khusus, di sinilah kelihaian Lisa Kleypas menampilkan seorang anak bungsu yang jauh dari stereotipe manja. Semua terkuak dari bagian ini:

[sws_blue_box box_size=”100″] Mungkin Helen dan Sophia masih menyimpan rasa sayang pada rumah itu, tapi selama lima tahun tempat itu menjadi penjara bagi Amanda. Kedua kakaknya sudah menikah dan pindah ke rumah sendiri, sementara Amanda tetap tinggal bersama orangtua mereka dan merawat keduanya sampai sakit yang terakhir. Makan waktu tiga bulan bagi ibunya sampai meninggal akibat sakit paru-paru, proses luar biasa tak menyenangkan yang lamban dan tidak keruan. Sesudah itu penurunan kondisi panjang ayah Amanda terjadi, diperburuk oleh berbagai keluhan yang membuat ayahnya tinggal kulit berbalut tulang. [/sws_blue_box]

Membaca ini, mata saya berkaca-kaca.

[sws_green_box box_size=”100″] Tahun-tahun itu sulit secara fisik dan emosi. Ibunya, yang sejak dulu berlidah tajam dan sulit disenangkan, menanggung penderitaan akibat sakit paru-paru dengan harga diri tenang yang mencengangkan Amanda. Mendekati akhir hayat, ibunya lebih penyayang dan lembut daripada yang dapat Amanda ingat, dan hari dia meninggal sungguh menyedihkan. Ayahnya, sebaliknya, berubah dari pria periang menjadi pasien paling mengesalkan yang bisa dibayangkan. Amanda tanpa henti mengambilkan berbagai barang, menyiapkan makanan yang pasti selalu dikritik, berusaha memuaskan ratusan tuntutan menyebalkan sang ayah yang membuat Amanda terlalu sibuk untuk melakukan apa pun untuk diri sendiri. [/sws_green_box]

Selain itu, profesi Amanda sebagai novelis bukan tempelan belaka. Pria yang terlibat romansa dengannya pun seorang petinggi penerbitan. Dikisahkanlah intrik-intrik dunia perbukuan, penulis, dan hubungan pengarang dengan penerbit melalui humor menyegarkan yang kadang-kadang tajam. Seperti di bawah ini:

[sws_blockquote_endquote align=”” cite=”” quotestyle=”style01″] “Aku harus menyelesaikan novelku,” sahut Amanda tersenyum sedikit. “Aku tidak berani menunjukkan wajah di mana pun, jangan sampai Mr. Sheffield mendengar laporan aku pelesir di kota padahal ada pekerjaan yang harus diselesaikan.” [/sws_blockquote_endquote]

[sws_blockquote_endquote align=”” cite=”” quotestyle=”style02″]Beberapa pengarangnya begitu keras kepala seperti keledai dalam hal mengubah karya mereka, hingga orang bisa saja mengira ia menyarankan untuk mengubah teks dalam kitab suci. [/sws_blockquote_endquote]

Pendek kata, menyunting Suddenly You sangat menyenangkan. Hebatnya lagi, pembaca setia Harlequin dapat menemukan kelalaian saya di bawah ini:

garpu perak

Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)