selingkung1

 

selingkung3

 

selingkung2

Gambar-gambar di atas adalah selingkung beberapa penerbit.

Sedangkan di bawah ini, hasil temuan ketika saya bersih-bersih harddisk yang disesaki dokumen lama. Arahan klien penerbit lain lima tahun silam, mudah-mudahan berguna. Tidak semuanya saya sepakati, namun pada saat bekerja saya mengadaptasi selingkung penerbit bersangkutan saja, yang pasti berbeda-beda. Yang satu ini untuk naskah terjemahan.

● Istilah dan kata asing yang belum diindonesiakan ditulis miring seperti file, well, converter, dll.

● Istilah-istilah asing yang sudah diindonesiakan seperti konsekuensi, prediksi, detail, dll, sebaiknya dicari padanan kata indonesianya seperti akibat, perkiraan, rincian dll.

konsistensi = keajekan

implementasi = penerapan

● Hindarilah kata-kata serapan asing yang diimbuhkan dengan awalan, akhiran, dan sisipan. Seperti: menstimulus, mengkonvergensikan, dll. Semua itu dicarikan padanannya saja, kecuali jika menemukan kesulitan, maka kasusnya berbeda.

Catatan Tambahan: Editor diberikan keleluasaan memberikan penjelasan secukupnya

● Tanda koma (,) wajib diletakkan dalam beberapa kasus seperti:

–           Lebih dari satu jam lamanya, jalanan telah dipenuhi oleh lalu-lalang orang.

–           Setelah Sultan terbangun, mandi, makan, dan berpakaian, sejumlah pejabat istana datang menghadap.

● Penyederhanaan kalimat sebaiknya dilakukan dalam kasus: Ketika kelopak mata semakin berat, perlahan namun pasti, semua itu membawaku tertidur pulas. = melelapkanku atau menidurkanku.

● Kata pada (on) berbeda dengan kepada ( to). Namun masih banyak sekali penulisan yang mengabaikan perbedaan itu. Contoh; ia berbicara pada ibunya = ia berbicara kepada ibunya.

● Sebaik-baiknya susunan kalimat adalah yang tidak terlalu panjang. Maka itu, tanda titik (.) sebaiknya diusahakan demi mempersingkat kalimat, dengan catatan tidak mengganggu atau membuat rancu.

Contoh:

Di sanalah Sang Paus yang dikenal dengan julukan the Black Pope of the Saracens (Paus Hitam semasa Perang Salib) mempertahankan gedung pengadilan dan mengikat jerat simpul untuk menandai runtuhnya Christendom, dan dari sana pula ia mengarahkan pasukan pembunuh bayaran, kaum bid’ah dan ahli pembuat racun ke tempat reruntuhan.

Diubah menjadi :

Di sanalah Sang Paus yang dikenal dengan julukan the Black Pope of the Saracens (Paus Hitam semasa Perang Salib) mempertahankan gedung pengadilan dan mengikat jerat simpul untuk menandai runtuhnya Christendom. Dan dari sana pula, ia mengarahkan pasukan pembunuh bayaran, kaum bid’ah dan ahli pembuat racun ke tempat reruntuhan.

● Tanda titik koma (;) memiliki arti yaitu, adalah, atau ialah yang digunakan dalam kalimat seperti: Kendaraan berjalan perlahan memasuki wilayah yang baunya saja hampir bisa dilihat mata laksana awan; campuran urin, rempah, dan jerami yang membusuk. Tapi untuk terjemahan novel, tanda seperti ini sebaiknya dikurangi lantaran dapat menjadikan novel terkesan ilmiah (berat). Contohnya, Darinya-lah Vane mempelajari berbagai bahasa dunia yang beradab seperti Arab, Persia, dan Hebrew (Bahasa Yahudi); dia belajar tatakrama; kemudian belajar kimia; ilmu pengobatan, geometri, dan fisika. Tanda baca itu sebenarnya sudah cukup bila diganti dengan koma saja, dan akan membuat para pembaca menjadi nyaman.

● Frasa ia kini, atau mereka selanjutnya, burung-burung kemudian sebaiknya diubah menjadi kini ia, atau selanjutnya mereka, atau kemudian burung-burung.

●Gabungan kata namun demikian dan akan tetapi sah-sah saja digunakan, namun diusahakan tidak diterapkan pada semua paragraf, dan cukup dipersingkat menjadi namun atau tetapi.

Catatan Tambahan:

Editor diberikan keleluasaan untuk memberikan kata pengganti orang untuk menggantikan kata benda mati, atau untuk menghindari pengulangan dikombinasikan atau dirubah struktur katanya.

● Gabungan kata her self, his house, atau yang sejenisnya, sebaiknya diterjemakan menjadi diri wanita itu, rumah pria tersebut atau sejenisnya.

● Hindari penggunaan kata “langsung” yang bermakna “segera” untuk menghindari nuansa “bahasa cakap” seperti contoh kalimat ini, setelah mengambil sebilah pisau, ia langsung masuk ke ruangannya untuk mengancam. Sebenarnya kalimat itu lebih tepat diubah menjadi, setelah mengambil sebilah pisau, ia segera masuk ke ruangannya untuk mengancam. Namun untuk konteks yang memang jelas tidak ada jeda dalam situasinya boleh menggunakan kata “langsung”.

● Hindari penggunaan kata “lewat” yang mengesankan bahasa lisan seperti contoh kalimat ini, Setelah gelap malam, John menghubungi Sarah lewat Johan., Sebenarnya kalimat itu lebih tepat diubah menjadi, Setelah gelap malam, John menghubungi Sarah melalui Johan.

Catatan penting:

Hindari mengetik ‘tab’ untuk menciptakan paragraf menjorok, sebab menyulitkan layouter/setter nantinya. Ini baru saya ketahui saat itu, dan dibenarkan oleh seorang kolega setter.

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)