Penulis: Mary Higgins Clark

Penerjemah: Kathleen SW

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tahun: 2006

Tebal: 440 halaman

Remuknya Sebuah Keluarga

Ellie Cavanaugh tidak pernah berhenti menyalahkan dirinya karena memegang rahasia pertemuan diam-diam Andrea dengan Robson Westerfield. Jika ia melanggar janji, kakaknya yang baru berumur lima belas tahun itu masih hidup. Orangtuanya tidak akan berpisah, ibunya tidak akan melarikan kepedihan pada alkohol, hingga mati muda akibat kanker hati.

Insting Jurnalis

Kombinasi pengalaman Ellie sebagai reporter investigasi dan mimpi buruk selama dua puluh dua tahun menemukan mayat kakak tercintanya dalam keadaan mengenaskan di garasi membuat ia bertekad menjebloskan kembali Rob yang mendapat pembebasan bersyarat. Ia tak peduli dianggap terobsesi pada kematian Andrea, histeris sehingga mengkhayalkan aneka peristiwa menakutkan, termasuk dituduh membakar apartemen yang dihuninya untuk menciptakan sensasi.

Pro dan Kontra

Meski ditengarai Vincent Westerfield bukan orang bersih dan ingin memastikan bahwa seluruh harta ibunya jatuh ke tangan putra semata wayangnya, lagi-lagi kekayaan menjadi kekuasaan. Kesaksian Will Nebels yang memojokkan Paulie Strobel hanya karena pemuda malang dan pendiam itu menyukai Andrea juga, upaya seorang penulis untuk memaparkan kisah tewasnya Andrea dengan sudut pandang Rob dengan menampilkannya sebagai orang yang tidak bersalah, berperang dengan keyakinan Ellie bahwa Andrea bukan gadis genit yang mengejar-ngejar pemuda tampan itu, bahwa liontin bergrafir inisial nama Andrea dan Rob bukan ilusinya semata, dan bahwa Rob tidak layak mendapat kesempatan menghirup udara bebas sekejap pun.

Kenekadan

Kebersikukuhan membuat Ellie tidak berpikir panjang. Ia datang membawa karton bertuliskan pencarian informasi dan berdiri di depan Penjara Sing Sing, tempat Rob pernah menjadi pesakitan selama 22 tahun. Ia menghamburkan segala fakta mengerikan yang diperolehnya dari sana-sini di situs khusus, tak peduli maut mengintai dan ancaman berdatangan. Ellie merasa sendiri, merasa dianggap tidak ada oleh ayahnya sepeninggal Andrea, terlebih setelah mantan polisi itu menikah lagi dan mempunyai seorang putra yang dapat dibanggakan. Menggemaskan, tetapi manusiawi.

Ketegangan

Tentu saja, tiada kisah thriller tanpa denyut jantung yang mengencang di penghujung alur. Dengan sangat menawan, Mary Higgins mengemukakan klimaks. Saya nyaris berhenti bernapas, seperti tengah menonton sebuah film bergenre serupa. Kemungkinan besar hasil gemilang ini dikarenakan cara kerja Mary Higgins Clark untuk menuliskan outline dan membuat profil karakter dengan rapi. Kejutannya tidak terlalu meledak, namun mengandung hal-hal yang mendukung cekaman. Muatan psikologis yang kuat, perihal seorang pengidap sociopath, adalah daya tarik novel yang telah memasuki cetakan ketiga ini.

Skor: 3/5


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)