goodreads.com

Penulis: Gillian Flynn

Penerbit: Crown Publishing Group, 2009

Tebal: 349 halaman

 

Apa jadinya hidupmu bila semasa kecil sudah menjadi saksi pembunuhan dan tertuduhnya adalah kakak tertuamu? Bukan pembunuhan biasa, melainkan pembantaian sadis.

Hidup Libby Day tak keruan, setelah menginjak masa dewasa pun. Ia harus mengubah cara hidup karena terdesak kebutuhan ekonomi. Di sisi lain, publik, atau tepatnya kelompok tertentu yang hendak membantu ekonominya itu mengharuskan Libby berhubungan lagi dengan Ben, kakak sulungnya di penjara. Mereka yakin Ben tidak bersalah. Terlalu banyak bukti yang diabaikan penyidik.

Jika hendak mencari kisah drama yang manis dan lembut serta karakter layak diteladani, bukan buku ini pilihan yang cocok. Libby dan seluk-beluknya suram, tapi jenis kesuraman yang membetot saya untuk terus membalik halaman. Libby harus mengingat kembali apa yang terjadi pada keluarganya, tepatnya sang ibu dan kakak-kakak perempuan yang dibantai (antara lain dengan kapak) di dalam rumah mereka sendiri.

Membangun suasana mencekam adalah kelihaian Gillian Flynn. Plot dibuat bolak-balik dan mengajak pembaca menjadi detektif, mencatat tanggal dan waktu. Libby harus mengorek luka lama, bertemu orang-orang yang tidak menyukainya dan sebaliknya. Saya tersenyum ketika ia mengaku benci buku motivasi, bahkan meninggalkan teman kencan begitu tahu di kamarnya banyak slogan semacam itu.

Dark Places adalah cerita yang “keras”. Ketika menghadirkan kacamata Ben Day, banyak kisah pergaulan bebas dan narkoba. Seiring mengalirnya pembuktian siapa pelakunya dan mengapa pembunuhan itu terjadi, terkuaklah sebuah kejutan yang tidak saya duga-duga.

Kadang-kadang saya ngilu, tapi tidak berhenti membacanya. Sungguh garapan yang layak diapresiasi.

Skor: 5/5

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)