Judul terjemahan: Menara Hitam
Penulis: Anthony Masters
Penerjemah: Roslan Permana
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tebal: v + 185 halaman
Cetakan: I, 2002

Jo Grant penyendiri dan kerap diolok-olok teman sekelasnya yang nakal.
Si kembar Jenny dan David Golding menaruh iba kepadanya. Mereka mulai
akrab. Jo mengungkapkan rasa takutnya kepada menara yang selalu
memanggil-manggilnya. Ia tak mau bercerita banyak pada sang ayah
karena khawatir dibawa ke psikiater lagi.

Jenny dan David membuktikan bahwa ketakutan Jo beralasan. Mereka mulai
menyelidiki keterkaitan gadis itu dengan menara yang angker tersebut.
Di sana konon seorang leluhur Jo tewas bunuh diri. Sir James Fairfax
meloncat dari jendela setelah bayi lelaki dan istrinya meninggal
karena penyakit yang ia tularkan. Perbuatan itu membuat James tidak
dimakamkan bersama keluarganya, tapi di sekitar menara.

Burung-burung gagak besar menampakkan diri, seolah melindungi menara.
Mereka menyakiti Jenny dan David, tetapi membuka pintu untuk Jo.
Keseraman yang terjadi menunjukkan ada persoalan yang belum selesai.
Si kembar mencium hubungan peristiwa ini dengan kematian misterius Sir
James dan pembantu setianya, Annie.

Untuk ukuran anak-anak pra remaja, novel yang termasuk seri
Ghosthunters ini cukup mendirikan bulu roma. Ilustrasi sampulnya saja
dapat menyeret imajinasi saya memunculkan burung-burung gagak, seperti
kisah Dark Half karya Stephen King. Halaman demi halaman membuat
jantung nyaris berhenti berdegup, terutama kala mencapai klimaks dan
jawaban seluruh misteri terkuak. Tentu saja ini tidak lepas dari peran
penerjemah yang ‘menghidupkan’ mimpi-mimpi buruk, kepanikan dan hantu
yang bercokol dalam menara.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)