reports

Beberapa waktu yang lalu saya ngobrol dengan seorang penerjemah. Dia mengaku mencatat lengkap kapan satu proyek mulai dan selesai di satu file khusus. Itu bisa ditengok kembali karena tidak jarang buku yang diterjemahkan baru terbit sekian tahun kemudian. Dia juga mencatat waktu terbit dan apakah sudah terima bukti terbit atau belum.

Saya lebih giat mencatat semasa jadi penulis. Setiap perkembangan betapa pun kecilnya ditulis juga. Sekarang alasan saya banyak sekali. Paling banter mencatat deadline di file agak tersembunyi dengan dalih melatih ingatan.

Ada yang bilang cara termudah melupakan adalah berusaha mengingat. Tahu-tahu saja saya baru sadar belum punya dokumentasi tulisan tertentu, belum terima bukti terbit beberapa judul karya, bahkan lupa pekerjaan yang disetor terakhir berjudul apa. Tampaknya saya terlalu mudah move on.

Bagusnya sih rapi seperti teman penerjemah di atas. Tapi saya malah asyik berkhayal punya sekretaris pribadi. Lalu mengingat-ingat pekerjaan paling lama dan paling cepat. Editan terlama yang sudah terbit: Born Under A Million Shadows. Sekitar empat bulan. Terjemahan terlama yang sudah terbit: Spring of Kumari Tears. Duet, relatif tidak tebal, tapi butuh tiga-empat bulanan juga.

Suntingan paling cepat: Black Angel. Tiga minggu selesai. Terjemahan tercepat: City of Masks. Tiga ratusan halaman sepuluh hari. Hurufnya besar-besar, bahasa relatif sederhana, tidak menuntut riset terlalu banyak. Jadi bisa ngetik lancar tanpa kerap online. Jangan salah. Ketika diperiksa editor, ada paragraf terpotong yang terlewat:p

Yang perlu saya bandingkan sebagai bahan evaluasi pribadi adalah mana saja yang tepat waktu dan mundur. Lalu yang terpenting, perkembangan hasilnya. Makin sedikitkah koreksinya? Masihkah saya mengulangi kesalahan tertentu? Saya akan bertanya pada catatan yang bergoyang.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

2 Responses to “ Data Kerja ”

  1. gravatar Femmy Syahrani Reply
    May 31st, 2013

    Aku biasanya mencatat tenggat di kalender meja yang diletakkan di depan mata. Kalau ngga begitu, bisa-bisa lupa, terutama kalau lagi kebanjiran proyek kecil-kecil.

    Kalau data lain sih, kucatat semua di file MS Access, supaya tidak ada yang terlewat saat bikin invoice, tidak lupa menagih honor kepada agen yang suka telat bayar, data untuk menyusun laporan pajak, dan lain-lain.

    • gravatar Rini Nurul Reply
      June 2nd, 2013

      Baca komentar Femmy ini, aku jadi ingat belum balik kalender:D

Leave a Reply

  • (not be published)