Kata sifat yang menjadi keterangan sering kali muncul dalam terjemahan. Bagi saya, padanannya tidak selalu mutlak jenis kata yang sama.

Contoh:

Seimei was over sixty and deceptively frail-looking with his nearly white hair and a thin mustache and goatee.

Saya terjemahkan:

Seimei berusia lebih dari enam puluh tahun. Rambut yang hampir putih serta kumis dan janggut yang tipis menampakkan kesan lemah yang menipu.

 

Contoh lain:

Akitada marvelled, not for the first time, that his old friend seemed to be positively thriving on this tedious work.

Saya terjemahkan:

Bukan sekali ini saja Akitada takjub melihat gairah kawan lamanya itu terhadap pekerjaan yang membosankan ini.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)