101519667122952841. “Nama saya ejaannya benar tidak, ya?”

2. “Ada typo di cover depan/belakang tidak, ya? Please please please… jangan sampai.”

3. “Endorsement-nya ramai datau secukupnya?”

4. “Font-nya biasa, besar atau rapat-rapat?”

5. “Kertasnya koran atau HVS?”

6. “Harganya berapa, ya?” Ini penting juga karena sering ditanyakan.

7. “Mudah didapat di toko-toko buku atau hanya di tempat tertentu?”

8. “Ada yang terlewat salah ketik atau cetak tidak?”

9. “Covernya sesuai ekspektasi pembacakah?” Terutama kalau banyak yang mengharap mendekati cover asli, misalnya.

10. “Di toko, display-nya strategis tidak?”


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

4 Responses to “ Demam Sebelum Buku Terjemahan/Editan Terbit ”

  1. gravatar Aini Reply
    October 8th, 2011

    Wah? Pertanyaannya banyak banget!
    Aku biasanya:
    1. Semoga tak ada terjemahan salah total.
    2. Semoga proofreader puas dengan hasil terjemahanku, ‘bacanya asyik banget’, ‘minim typo’, ‘nggak ada kalimat yang nggak dimengerti’.
    3. Semoga editornya puas.

    • gravatar admin rinurbad.com Reply
      October 8th, 2011

      Namanya juga demam, Nui, kalo pertanyaan cuma tiga berarti baru bersin-bersin, nggak sampai meriang, hihihi…

  2. gravatar Linda B Reply
    October 8th, 2011

    No. 1 emang penting bgt tuh mba…salah typo aja org dah ga percaya kita yg nerjemahin -.-”
    Yg penting juga utk aku: terjemahannya enak ga dibacanya, dan bakal laku ga bukunya 😀

    • gravatar admin rinurbad.com Reply
      October 9th, 2011

      Hehe, aku pernah mengalami salah eja nama yang lumayan jauh sih, Mbak. Padahal bukunya termasuk laris. Jadi sekarang dikit-dikit ngecek nama.

Leave a Reply

  • (not be published)