flixster.com

I used to be very angry too, okay, I get it.
You have no reason to be angry with me because,
I’m among the few people let’s see tryin’ to give you an opportunity.

Banyak guru mampu mengajar, namun tidak semua punya talenta untuk dekat dengan murid. Yang menjadi perhatian saya, kelas yang dipegang Henry Barthes (Adrien Brody) adalah pelajaran sastra Inggris (atau mungkin tepatnya, bahasa Inggris?). Sepertinya kelas yang hampir selalu diangkat dalam film-film mengenai pendidikan secara unik dan inspiratif. Satu penjelasan bagi yang kerap bertanya, sebab orang yang berbahasa ibu Inggris pun tetap mempelajari bahasa tersebut.

Sudah banyak film bercerita ihwal remaja atau pelajar yang “terpuruk”, tak berdaya, penuh masalah, memandang rendah diri sendiri dan menutup diri dari orang lain, kemudian “dibangkitkan” semangatnya oleh seorang guru yang spesial. Istimewanya Detachment, proses yang tidak mudah tersebut tidak selalu menghasilkan yang positif. Ada yang gagal dan kecewa. Henry sadar, murid-muridnya adalah remaja yang marah. Ini salah satu dialog favorit saya:

Meredith: So you really don’t care what the kids say to you?
Mr. Barthes: I probably used to it.
Meredith: I wish I could be that strong.
Mr. Barthes: It doesn’t take strength Meredith, you gotta,
understand that unfortunately most people lack, self-awareness.
You should really keep that in mind that you had
another transient of second period … at every age.

Alur film ini tampak seperti renungan, monolog, yang membuat saya bertanya-tanya apakah terinspirasi kisah nyata. Sisi bagus lainnya, para guru dan kepala sekolah ditampilkan sebagai manusia biasa. Mereka pun punya persoalan, kelemahan, dan menempuh upaya yang mungkin tidak lazim untuk bertahan mengajar di sekolah itu. Mr. Charles Seaboldt (James Caan) misalnya, punya cara eksentrik dan barangkali ekstrem guna menegur siswi yang berpakaian tidak semestinya. Henry dibayang-bayangi masa lalunya sendiri, serta suatu saat marah besar pada perawat di panti jompo ketika melihat kondisi sang kakek. Emosi serupa melanda Dr. Doris Parker, psikolog sekolah, ketika berucap, “It takes courage and character to care.”

There should be a… a pre-requisite,
a curriculum for being a parent before people,
attempt, “don’t try this at home.”

Detachment merupakan film yang getir, kelam, namun penuh kesan. Gelapnya itu kian bertambah ketika Henry membacakan kutipan karya Poe, The Fall of the House of Usher. Tapi secara keseluruhan, saya memperoleh apa yang sekian lama dicari dan setuju dengan pendapat Henry di bawah ini,

We are the same. We all have pain.

Pikir-pikir, Marcia Gay Harden cukup sering muncul dalam film bertema pendidikan. Di sini, dan yang saya ingat, Monalisa Smile:)

Poster dari flixster

Beberapa kutipan dari I Quote You

Skor: 5/5

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)