flixster.com

Seperti kata seorang pengulas di flixster.com, kesalahan terbesar penonton film ini adalah mengira genrenya horor. Sulit menepiskan itu mengingat gambar posternya cenderung mengarah ke sana, belum lagi ‘rumah misterius’ biasanya identik dengan hantu-hantuan.

Bagaimana perasaanmu saat baru pindah ke sebuah rumah bersama keluarga dan ternyata di tempat itu pernah terjadi pembunuhan sadis satu keluarga? Teror ternyata masih berlanjut, sedangkan warga sekitar tidak memberikan informasi yang cukup mengenai kasus tersebut. Jadilah Will Atenton (Daniel Craig) harus berjuang sendiri melindungi istri dan anak-anaknya.

Plot ulang-aliknya kami suka, meski Dream House kemudian terbukti tidak sesuai ekspektasi. Kehadiran anak-anak punk yang memperingati kasus pembunuhan tersebut mengingatkan saya pada Dark Places, apalagi ada tokoh wanita bernama Libby (Rachel Weisz).

Pesan yang kami tangkap:

1. Hantu ‘gentayangan’ karena pikiran kita sendiri yang menginginkan itu

2. Berhati-hati pada tetangga atau teman dekat yang sedang punya masalah pribadi

Oh ya, belakangan ini Daniel Craig sering memperoleh peran penulis/seniman.

Bila tertarik pada film ini, sebaiknya tidak menonton trailer-nya. Alasannya saya temukan di wikipedia:

Sheridan, Daniel Craig and Rachel Weisz disliked the final cut of the film so much that they refused to do press promotion or interviews for it

Skor: 3/5


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)