Sudah jelas, naskah yang diorderkan kepada editor outsource biasanya ‘butuh peras otak’. Namun yang ingin saya bahas adalah teknis kerjanya, yang sering kali menuntut pemakaian Track Changes dan memakan kesabaran lebih. Ibarat memeriksa pekerjaan rumah/ulangan pelajar, mencermati satu-satu dan menandai koreksinya.

Sejak dua hari yang lalu, tepatnya seminggu sebelumnya ketika dimulai, saya memberlakukan cara lain. Naskah, yang diberikan dalam bentuk cetak pula, saya baca dan taruh di samping, di penahan dari papan (bahasa kerennya bookholder). Mengingat pengolahan teks mengharuskan saya menulis ulang, saya memilih membuka file baru dan menuangkan kalimat-kalimat ‘bersih’ secara langsung. Bukan mengotak-atik kalimat aslinya. Tidak semua centang perenang memang. Beberapa alinea yang sudah jelas pokok pikiran dan logika ceritanya saya salin di dokumen Word tersebut.

Kedengaran ribet? Ah, tidak, ternyata. Setengah hari, saya sudah dapat 10 halaman. Dan jelas, ‘tanpa noda’. Semakin saya sadari bahwa koreksi kecil-kecil nan rumit (memeriksa tanda baca, ejaan, huruf kapital, dll) sungguh menyita waktu dan energi, serta kesabaran pada akhirnya. Maka inilah cara kerja yang lebih efisien dan efektif.

Saya pun sadar, ini tak selalu bisa dilakukan. Namun setidaknya dapat menjad opsi, tatkala klien tidak mewajibkan Track Changes.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

2 Responses to “ Eksperimen Menyunting ”

  1. gravatar sinta Reply
    November 7th, 2010

    hooo…semaca tulisan ulang dengan lebih rapi gitu mbak?

    • gravatar Rini Nurul Badariah Reply
      November 8th, 2010

      Iya, Sin.

Leave a Reply

  • (not be published)