Buku ketiga Donovan Brewery

Dunia perbukuan sempit, memang saya sadari. Pepatah lama bilang hanya sedaun kelor, sekarang mungkin hanya sepengetikan Whatsapp.

Mengerjakan penyuntingan atau penerjemahan buku seri secara tidak urut atau tidak dari buku pertama merupakan bagian lazim pekerjaan kami. Sebut saja tim penggarap seri Lakeshore Chronicles karya Susan Wiggs, sungguh beruntung saya termasuk di sana bersama Mery dan Lulu. Penanggung jawabnya bergantian, penerjemahnya pun demikian. Diskusinya seru banget:)

Mas Agus cukup mujur dapat menyunting satu seri utuh historical romance Huxtable, kendati penerjemahnya sempat berganti kemudian. Idealnya memang minimal penyunting tetap orang yang sama karena sudah pegang “kunci jawaban” alias daftar tokoh, urutan saudara, dan sekelompok istilah yang digunakan di seri tersebut.

Yang saya ceritakan ini benar-benar ketidaksengajaan alias murni kewenangan penanggung jawab. Saya dan Mas Agus sama-sama kebagian menyunting seri harlequin Donovan Brothers Brewery karya Victoria Dahl. Saya buku kedua, Mas Agus buku pertama. Ketika disodori buku ketiga, saya memilih judul lain sebagai penyegaran. Kemudian penanggung jawab menugaskan buku ketiga tersebut pada Dhyan. Jangan tanya deh cekakak-cekikik kami saat membahas buku yang dialihbahasakan penerjemah kampiun Ibu Rahmani Astuti itu. Bukan terjemahannya, tentu. Itu kali kesekian sang Dhyan berkolaborasi dengan Ibu Rahmani sehingga sudah hafal gaya beliau.

Buku ketiga seri Jackson Hole

Ini terjadi lagi ketika saya dan Mas Agus bergantian menggarap seri Jackson Hole karya Lindsay McKenna, novel roman yang kaya akan deskripsi panorama. Buku ketiganya dikerjakan Dhyan. Yang bikin makin seru, proofreader-nya sama: Angelic Zaizai. Dia bilang saya editor paling sadis karena babat sana babat sini:))

Orang Sunda baheula beranggapan kalau belum tiga kali, belum pol. Istilahnya nista, maja, utama. Genaplah (ganjillah?) tiga kali “operan” penyuntingan ini terjadi di seri lain. Karena belum terbit, saya belum bisa menyebutkannya:)

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

2 Responses to “ Estafet Tak Sengaja ”

    • gravatar Rini Nurul Reply
      January 30th, 2014

      Terima kasih.

Leave a Reply

  • (not be published)