Poster dari sana

Film ini bukan semata bicara tentang diskriminasi, tetapi kehidupan para wanita di kalangan sesamanya sendiri. Ada Tangie (Thandie Newton) yang ditegur sang manajer apartemen, Gilda (Phylicia Rashad, ingat The Cosby Show?) karena pria keluar-masuk kediamannya. Tangie sangat mudah berganti pasangan dan tidak ingin berkomitmen. Ia bersikap sinis pada ibunya (Whoopi Goldberg) yang religius dan sang adik yang dibangga-banggakan wanita itu, Nyla (Tessa Thompson).

Nyla belajar menari secara cuma-cuma dan dipandang berbakat oleh gurunya, Yasmine (Anika Noni Rose). Tapi satu langkah ceroboh membuat Nyla tersandung di jalan menuju impian. Sementara Yasmine mengalami kemalangan yang tak kalah mengerikan.

Salah satu tetangga apartemen Tangie, Crystal (Kimberly Elise) bertahun-tahun dianiaya oleh pasangannya, Beau. Beau tidak bekerja, melampiaskan kekesalan pada minuman serta Crystal dan anak-anak mereka yang masih kecil. Crystal tidak mau menikah dengan Beau karena perilakunya itu. Petugas sosial Kelly (Kerry Washington) berusaha menolong anak-anak yang ditengarai menjadi korban kekerasan tersebut sambil menahan perih hati karena ia sendiri tidak bisa memberikan keturunan bagi suaminya, Donald, seorang polisi.

Crystal bekerja sebagai asisten redaktur mode Joanna (Janet Jackson). Penampilan dan kebengisannya mengingatkan pada sosok Miranda dalam Devil Wears Prada, tentu dengan tafsiran berbeda. Rumah tangga Joanna dilanda masalah, dan Jo tidak menyadari penderitaan Crystal sampai ia menyaksikan suatu tragedi secara langsung bersama Gilda dan Juanita, perawat sekaligus pendiri badan amal untuk wanita yang pernah menemui Jo di kantor untuk meminta sumbangan dana.

Bisa dikatakan, hampir semua penderitaan wanita-wanita ini timbul karena hubungan dan pengharapan mereka terhadap pria. Ada juga kesalahpahaman yang berakibat fatal. Saya merinding tatkala ada adegan aborsi (kendati tidak detail) dan pemerkosaan. For Colored Girls menyajikan kisah getir pengalaman beberapa wanita yang berbeda dan cukup menarik ditonton, kecuali puisinya yang tidak begitu saya nikmati.

Skor: 3/5


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)