Film yang diangkat dari kisah nyata Dokter Ben Carson dengan setting antara
tahun 60-an-akhir 80-an ini penuh pesona. Apa saja yang terkandung di dalamnya?

Kegigihan
Seorang anak yang menganggap dirinya bodoh, padahal ‘hanya’ bermasalah dengan
penglihatan alias butuh kacamata, perlahan-lahan bangkit dan membuktikan
prestasi yang membanggakan. Prosesnya ditunjukkan bertahap, dan segalanya tidak
pernah mudah.

Ibu yang tangguh
Meski sempat menutupi kekurangan karena keterbatasan pendidikan dan tidak dapat
membaca, ibu Ben dan Curtis memberanikan diri untuk meninggalkan luka lama. Ia
memulihkan diri di rumah sakit psikiatri secara diam-diam. Berawal dari
pekerjaannya di rumah seorang profesor, dengan tegas Nyonya Carson membatasi
tontonan TV kedua putranya sebanyak dua program saja per minggu dan mewajibkan
mereka membaca buku dari perpustakaan kemudian menyerahkan catatan tertulis
kepadanya. Lambat-laun Ben menunjukkan ketertarikan pada batu-batuan, kemudian
ia dan Curtis menaruh minat pada tayangan TV yang berbobot seputar pengetahuan
umum.

Imajinasi
Mengandalkan imajinasi yang hidup sebagaimana saran ibunya, Ben menyimak cerita
pendeta di gereja. Ia pun dihinggapi cita-cita menjadi dokter. Tidak
tanggung-tanggung, ahli bedah syaraf otak.

Karakter yang manusiawi
Ketika Ben dipindahkan ibunya ke SMA yang lebih layak dengan harapan tidak
bertemu lagi dengan hambatan rasisme, ternyata ia masih terbentur masalah. Di
Yale, ia merasa rendah diri pada kekasihnya yang mengambil tiga jurusan
sekaligus.

Buku
Perpustakaan pribadi profesor yang mempekerjakan Nyonya Carson luar biasa
menggiurkan! Buku berjejer rapi sampai langit-langit. Bahkan profesor yang sabar
itu mengajarinya membaca sedikit demi sedikit.

Dokter pun ‘bertuhan’
Banyak sekali tontonan dan bacaan yang menghidupkan stigma bahwa dokter kerap
menuhankan diri dan berorientasi materi. Namun tidak di film ini. Bahkan seorang
pasien terperangah kala mengetahui Ben Carson taat berdoa setiap hari.

Musik klasik
Sudah pernah melihat operasi bedah secara langsung atau lewat media? Tentu Anda
tahu fungsinya di ruangan menegangkan itu.

Keajaiban otak
Itulah kutipan berharga dari film ini. “Kamu tidak butuh buku, ada buku di dalam
dirimu,” Nyonya Carson berpesan ketika putranya berusaha memecahkan masalah.

Keharuan
Apa yang menyentuh perasaan dan mengalirkan air mata, silakan Anda cari tahu
sendiri:)

Kesimpulan
Cuba Gooding, Jr memang aktor watak hebat bat bat.. Tidak menyesal memilih DVD
ini. Gifted Hands akan disemati lima bintang kalau saja beberapa hal dijelaskan,
misalnya bagaimana Ben Carson menangani sifat temperamentalnya ketika remaja.

[rating=4]


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)