Sumber: flixster

Menonton film lama buat saya bukan aib. Boleh jadi orang mengherani dan menganggap saya ketinggalan kereta. Tapi seperti membaca buku, khususnya yang jadi buah bibir, saya butuh dorongan tertentu. Lebih-lebih film yang bisa jadi baru tayang ketika saya belum cukup umur. Atau belum suka genrenya.

Heat merupakan rekomendasi Mas Agus, yang memang penyuka Al Pacino. Beberapa situs luar memuat komentar bahwa ini film polisi terbaik sepanjang masa. Kombinasi adu akting (pinjam istilah Majalah Film) Pacino dan Robert De Niro cukup menjanjikan. Selama ini seringnya begitu, Pacino jadi polisi dan De Niro antagonisnya. Yang tak kalah mencorong, Val Kilmer sebagai Chris Shiherlis, anggota geng rampok De Niro.

Kedua tokoh ini tidak digambarkan secara hitam-putih belaka. Terkadang persoalan pribadi mereka lebih menarik perhatian saya daripada urusan kepolisian dan kejar-kejarannya. Neil (De Niro) merindukan pasangan ketika teman-temannya tampak hangat dengan istri masing-masing. Sebagai pelaku kriminal, Neil terbilang manusiawi terhadap korban. Di lokasi, orang yang berpenyakit jantung atau tidak enak badan disuruhnya bersandar ke dinding. Lain dengan Chris yang cenderung brangasan dan main dor sembarangan.

Meskipun begitu, Chris sangat mencintai istrinya, Charlene (Ashley Judd). Dia gelisah karena Charlene mengancam akan pergi membawa anak mereka. Wanita itu kesal oleh hobi Chris berjudi. Entah mengapa Neil memberi perhatian lebih pula pada Chris, termasuk mendengarkannya berkata tentang sang istri, “To me, sun rises and sets with her, brother.” Mana tahaaan!

Lazimnya para penegak hukum, hidup Vincent Hanna (Pacino) jauh dari mudah. Di perkawinan ketiganya, Vincent berkonflik dengan sang istri (Diane Venora). Uniknya, justru Vincent lebih akrab dan bisa bertindak selaku ayah pada anak tirinya (Natalie Portman). Saya tergelak-gelak oleh reaksi Vincent ketika mendapati istrinya berselingkuh. Kira-kira begini ucapannya pada pria itu, “Kau boleh main-main dengan istriku, duduk di sofanya, di rumah mantan suaminya yang bergaya modern, tapi jangan nonton televisiku!”

Heat memang beda. Apalagi film ini bersumberkan kisah nyata:)

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)