sarahwinman

Tidak semua penerbit rutin memberitakan jadwal terbit secara berkala, tetapi faktor kejarangan ini menjadikannya menarik/mencolok ketika informasi itu hadir. Jelas karena ada buku editan/terjemahan/proof saya di antaranya. Riskan memang mengabarkan jauh-jauh hari, karena adakalanya tanggal tersebut mundur lantaran satu dan lain hal.

Ketika informasi rutin itu vakum, demikian pula berita “Segera Terbit” di web, saya harus mencari jalan lain. Kadang-kadang memang ada “bocoran” dari kolega in house, tapi saya sering tak tega bertanya karena tidak diperbaruinya informasi umum menandakan kesibukan mereka sedang berkali-kali lipat.

Tanpa sengaja, saya menemukan toko-toko online yang sepertinya rutin memasok buku terbitan beberapa kolega tadi. Terima kasih pada Google, tentu saja. Sebut saya stalker, tapi saya suka mengamati detail info yang belum lengkap itu. Cover dan sinopsis biasanya belakangan, namun harga sudah ada. Saya jadi ingat pernah dimintai pertimbangan harga suatu buku eksklusif, apakah terlalu mahal harga sekian dengan bonus ini dan itu. Belum ketok palu, harus ada acc PPIC, dan seterusnya. Kalau penasaran covernya seperti apa? Ada desainer yang punya blog atau jadi kontak saya di jesos, kadang bisa diintip di sana. Acap kali cover sudah rampung jauh-jauh hari. Sewaktu menerjemahkan belum lama ini, saya pernah diminta editor mengirimkan bab pertama untuk gambaran pemesanan desain cover. Terjemahannya sendiri masih jauh dari selesai. Mungkin ini remeh dan tidak penting buat orang lain, tapi bagi saya sih seru:D

Suatu tahun (sudah lama sekali), saya pernah baca pernyataan Seno Gumira Ajidarma di Majalah Hai bahwa sungguh sayang jika internet hanya dipakai untuk e-mail. Gunakan demi mengeruk pengetahuan, kata beliau. Mungkin karena pengaruh ucapan yang saya setujui itu, saya gemar sekali main ke situs web beberapa penulis mancanegara. Sering kali ada yang memajang kepada penerbit mana hak cipta terjemahan Indonesianya diserahkan.

Hasil jalan-jalan pagi ini: buku hasil proof kedua saya akan terbit pertengahan Juli. Hore!


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)