Sejatinya, “liburan” yang berhasil adalah benar-benar beristirahat bukan hanya fisik, tetapi juga pikiran. Untuk membunuh kejenuhan, tidak sedikit yang menyarankan baik langsung maupun tidak, mencari hobi yang sama sekali tak ada kaitannya dengan pekerjaan.

Buat saya, ini lumayan sulit karena pekerjaan saya sudah berlandaskan hobi. Bahkan minat yang sangat besar. Pernah saya baca tentang dokter gigi yang menyeimbangkan profesi (dan tekanan di dalamnya barangkali) dengan hobi balap mobil. Ketika cerita pada teman, komentarnya, “Tapi sama-sama masih berkaitan dengan mesin.” Benar juga:D

Saya payah dalam hal-hal berbau keterampilan dan kerajinan tangan. Karenanya saya tidak suka merajut, menjahit, menyulam, merenda, dan sejenisnya. Saya suka memandangi pohon-pohon menghijau, namun enggan berkebun. Saya senang beli piring dan alat makan yang lucu, tapi soal masak jangan ditanya. Olahraga? Nyengir saja, deh. Sudah lama berniat menggambar dan dibelikan buku berikut pensil warnanya, tapi belum disentuh juga.

Kalau sedang mood, saya suka sih jalan-jalan. Cuci mata dan kadang membeli pernak-pernik ATK yang menarik. Sesekali duduk-duduk makan di luar juga asyik, tapi kalau perjalanan jauh plus macet malah bisa bete.

Di waktu senggang, yang paling menyenangkan adalah nonton DVD. Belakangan ini mengalahkan baca buku, yang kian mewah saja rasanya. Mungkin karena nonton DVD bisa sambil ngobrol dengan suami, goler-goler santai, ngemil berulang kali. Saya juga suka utak-atik komputer meski tidak berarti berharap laptop dan PC kami ngadat melulu (amit-amit!). Ngeblog pun bisa sangat melegakan, seperti beberes lemari dan bersih-bersih meja kerja.

Yah, anggap saja itu hobi:))


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)