Bagaimana jika para pria menghadapi atasan yang sewenang-wenang? Apakah bertahan selama satu tahun saja untuk menunggu janji karier yang lebih baik seperti Andrea dalam Devil Wears Prada? Langsung berhenti tanpa berpikir panjang?

Bagi Nick (Jason Bateman), Dave Harken (Kevin Spacey) adalah mimpi buruk. Ia rela lembur dan datang ke kantor pagi-pagi, menempati posisi yang sama selama 8 tahun karena diiming-imingi promosi. Namun Dave yang culas menjebaknya. Tak kalah mengenaskan dengan nasib Kurt (Jason Sudeikis) yang kehilangan atasan baik hati (Donald Sutherland) dalam kecelakaan tragis dan langsung diinjak-injak oleh anaknya yang tidak cakap sama sekali, Bobby Pellit (Colin Farrell).

Persoalan Dale (Charlie Day) paling pelik, sekaligus menyuguhkan sesuatu yang berbeda dalam kasus hubungan buruk bos-anak buah. Asisten dokter gigi ini diperas Julia (Jennifer Aniston) yang siap mereka cerita bohong kepada tunangan Dale apabila sang asisten tak mau melayaninya.

Kemudian timbullah ide sekelebat: membunuh bos masing-masing. Ketiga pria amatiran ini gerabak-gerubuk mencari pembunuh bayaran dan malah bertemu pria misterius di bar (Jamie Foxx). Selanjutnya adalah kegelian demi kegelian.

Di samping idenya yang relatif lain, ini kali pertama setelah sekian lama saya memberanikan diri nonton film komedi. Yang sudah-sudah tidak sukses membuat saya tertawa, malah mual dan jijik karena adegan-adegan tertentu khas slapstick. Di sini pun ada, tapi sangat minim. Saya gemas oleh polah Dale yang kelewat lugu, juga Kurt yang mata keranjang.

Lama tak menyaksikan Jason Bateman, aktor yang semasa saya kanak-kanak menghiasi layar televisi, baru “berjumpa” lagi di The Invention of Lying tempo hari. Akting Kevin Spacey paling menawan sebagai bos psikopat, bahkan saya tak mengenali Colin Farrell dalam riasan yang benar-benar menjadikannya lain. Horrible Bosses adalah hiburan yang menyenangkan.

Poster dari flixster.com

Skor: 3,5/5


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)