HowtoWrite

Penulis: R. Masri Sareb Putra dan Yennie Hardiwidjaja

Penerbit: Kolbu

Jumlah halaman: xiv + 150 halaman

Terbit: Februari 2007

Buku panduan karang-mengarang secara umum sudah banyak beredar di pasaran. Isinya mencakup teknik menulis artikel, cerita pendek, novel, sampai buku nonfiksi. R. Masri Sareb Putra dan Yennie Hardiwidjaja, dua penulis berbeda generasi ini berusaha merangkul pembaca usia dewasa dan muda. Yennie misalnya, dikenal lewat karya-karya fiksinya yang diterbitkan oleh Gagas Media, antara lain novel adaptasi skenario film horor nasional Hantu Jeruk Purut.

Buku bercover menarik ini membeberkan segala sesuatu yang berkaitan dengan novel. Pembaca dipersilakan menyimak ulasan perihal ceruk pasar, minat baca masyarakat, sampai penulis novel terkenal di dunia dan dalam negeri sendiri.

Meski merupakan panduan, membaca How to Write and Market A Novel tetap menyenangkan. Rujukan ilmiah dilengkapi ilustrasi foto penulis terkenal memanjakan mata. Masri dan Yennie mengupas aspek-aspek yang berkaitan antara lain definisi, konsumen dan motivasi menulis.

Kolaborasi generasi Masri dan Yennie terlihat dalam contoh-contoh yang disertakan. Anak muda (baca: remaja) sekarang tentu lebih akrab dengan nama Ayu Utami, sastrawan Umberto Eco, dan Fira Basuki ketimbang Titis Basino, Remy Sylado, dan Arswendo Atmowiloto.

Kandungan How to Write and Market A Novel tidak melulu menyoal penulisan novel yang enak dibaca, disukai konsumen bacaan di Indonesia, atau merujuk pada karya-karya yang sudah ada. Kedua penulis membeberkan hal-hal yang layak diketahui seperti metode menggali ide, perlunya kedisiplinan, pertanyaan klasik tentang kesanggupan menggantungkan hidup dari profesi penulis, serta kuadran naskah yang belum banyak diketahui peminat dunia tulis-menulis negeri ini.

Bab demi bab disajikan dengan judul yang cenderung provokatif, begitu pula subbabnya. Lihat saja pemaparan dalam Mengintip Dapur Penerbit dan Mengarang Bukan Talent, Tapi Skill. Keistimewaan buku ini adalah pemaparan mengenai sembilan genre novel dalam subbab Ragam Novel (hal. 22). Ada pula teknik membuat judul yang relatif jarang dibahas (hal. 116-117).

Harus diakui bab mengenai royalti dan beli putus (halaman 134) memiliki daya tarik besar bagi pembaca. Walaupun demikian, kedua penulis seyogyanya tak hanya menyebutkan nilai beli putus berdasarkan tebal naskah.  Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi hal ini, misalnya jam terbang penulis bersangkutan.

Bagian khusus mengenai penelaahan naskah oleh penulis sendiri dan menyiapkan karya yang matang melalui penyuntingan taat asas tata bahasa merupakan unsur memikat buku ini yang tidak boleh dilewatkan. Para penulis yang ingin merambah bidang novel perlu menjadikan karya Masri dan Yennie sebagai referensi berharga.

[rating=4]


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)