flixster.com

Terdengar familier? Film ini memang diangkat dari sebuah novel, chicklit tepatnya, yang sudah diterjemahkan dan belum saya baca.

Konsepnya mungkin seperti mengulang-ngulang yang sudah ada (baca: tidak baru). Seorang wanita karier yang berusaha menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga, termasuk dua anak yang masih kecil. Memang sudah banyak tema seperti ini, namun menurut saya membahasnya kembali tidak merugikan siapa pun. Hingga kini, perkara ‘berharap waktu bisa lebih dari 24 jam’ serta keresahan wanita berstatus rangkap masih banyak mencuat serta mendambakan pemecahan.

Yang saya sukai dari film ini:

1. Tidak klise. Tidak ada perselingkuhan atau penjegalan ide.

2. Segar, lucu.

3. Profilnya seimbang. Konflik khas wanita kantoran vs ibu rumah tangga murni, ada single mother, ada wanita lajang yang jadi cemas karena melihat teman satu timnya begitu lintang pukang sehingga ia berpikir-pikir soal menikah dan punya anak. Bahkan anak-anak Kate Reddy pun satu lelaki dan satu perempuan.

4. Karakter suaminya. Memang ada bentrokan juga (kalau tidak, malah aneh) tapi saya mendapat pelajaran tentang berargumen yang sehat dengan pasangan. Tidak menuntut, salah satunya. Daripada adu dalih, lebih baik akhiri pembicaraan dan katakan, “Kita bicarakan nanti.” Saya suka sekali ketika sang suami bilang, “You worry too much.” Dan berkat film ini, saya sadar betapa kesalnya suami jika istri ‘terobsesi’ daftar tugas bahkan kemudian memaksa suami menyusun daftar juga.

Ada yang sangat berkesan, kira-kira begini ucapan sang suami, “I just want us to have 5 minutes of quiet conversation.”

Skor: 3,5/5


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)