Kangen Dolly Parton? Rasanya baru ini filmnya yang saya tonton. Penyanyi bersuara emas dan khas itu berperan sebagai seorang nenek, G.G Sparrow. Sepeninggal sang suami, G.G. yang juga donatur terbesar gereja di wilayah kediamannya, Pasachau, tidak bisa menggantikan Bernie sebagai manajer koor, justru Vi Rose Hill (Queen Latifah) yang ditunjuk.

Kedua wanita ini sudah lama tidak cocok. Vi Rose sangat saleh, mendidik keras kedua anaknya karena sang suami menjadi tentara dan jarang pulang. Vi Rose juga bersikukuh menggunakan lagu-lagu tradisional dan gaya lama untuk paduan suara mereka yang terancam tidak didukung lagi oleh gereja lantaran hanya sampai semifinal dari tahun ke tahun.

Bagian ini agak mengingatkan saya pada Sisters Act.

Sebaliknya, G.G wanita yang masih memperhatikan penampilan, penuh semangat, kendati masih dirundung kesedihan akan almarhum Bernie yang ia rindukan. Persoalan memanas kala cucu G.G, Randy (Jeremy Jordan), yang dianggap pengacau sejak kecil datang ke kota itu dan mendekati putri Vi Rose, Olivia (Keke Palmer). Sulitnya bagi Vi, Randy juga akrab dengan Walter, putranya yang mengidap sindrom asperger serta mampu menanamkan rasa percaya diri anak itu. Belakangan, Randy bergabung dengan paduan suara dan membuktikan potensinya.

Memang dalam banyak hal, film ini mirip Sisters Act. Namun selain karakter Dolly Parton dan Queen Latifah yang unik (tanpa gayanya yang biasa, ia benar-benar melebur dalam peran sebagai seorang ibu), saya menyukai vokal Keke Palmer dan Jeremy Jordan yang sangat indah. Seperti di video di bawah ini.

Saya juga senang cara Randy menangani “masalahnya” dengan Manny yang sama-sama naksir Olivia.

Poster dari flixster

Skor: 4/5


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)