Membaca artikel ini mengingatkan saya pada obrolan dengan Mbak Nita beberapa waktu lalu. Saya kagum sekali pada para rekan penerjemah dan editor yang mempunyai hobi dan kebisaan lebih di luar profesi sehari-hari. Seperti Mbak Nita yang mahir menggambar dan suka menjahit, Retno yang terampil berprakarya, Lulu dengan fotografinya, ada lagi penerjemah yang merangkap profesi sebagai penyanyi, desainer grafis, jago merajut dan keterampilan lain… termasuk memasak! Wah banget deh pokoknya bagi saya.

Saya bisa apa ya? Nyampul buku nyerong-nyerong. Gambar nggak jelas bentuknya. Dekat tanaman, saya lebih suka memandangi serangga dan burung. Masak? Coba lihat foto di atas:p Nilai keterampilan dan prakarya sejak masa sekolah rendah sekali, mungkin guru kasihan kalau ngasih nol sekalian. Mengenai musik, cita-cita saya semasa remaja memang jadi penabuh drum. Tapi orangtua sudah punya insting bahwa saya kurang sabaran. Ikut band sebentar saja bosan. Les menari, ikut pencak silat, yah sudahlah…

Namanya hobi tidak wajib menghasilkan, memang. Tetap saja saya kagum karena ada kesegaran tersendiri ketika “keluar” beberapa saat dari urusan kerja dan pernak-perniknya.

Semalam, saya nonton Sarah Sechan yang menghadirkan narasumber Winky Wiryawan. Saya bukan pengagumnya, tapi memulung inspirasi dari cara dia serius menata profesi. Menurut Winky, dia punya dua manajemen: bidang DJ dan film-sinetron. Berhubung tawaran DJ lebih banyak sekarang ini (tepatnya mendului booking), aktivitas aktingnya berkurang walau Winky menyukai kedua hal tersebut.

[sws_green_box box_size=”100″] Catatan: saya suka menonton dan baca tentang profesi-profesi kreatif lain agar tidak merasa unik sendiri, lalu terjebak dalam keluhan tidak dimengerti karena tidak lazim, kurang dihargai dan sebagainya. Satu-dua tahun awal wajar, tapi setelah lebih dari sepuluh tahun masih begitu? Hmm, nggak deh. [/sws_green_box]

Pikir saya, asyik juga kalau punya manajemen khusus begitu. Ada yang untuk tawaran menyunting, menerjemahkan, menyunting lokal, misalnya. Ah, mimpi. Bagaimanapun saya teringat ucapan beberapa kolega yang mengaku birokrasi macam itu malah jadi ribet dan bikin klien malas. Tak apalah jungkir balik sedikit, sekalian mengasah daya ingat:D

Lantaran terasa “kurang fokus” (dan menyengajakannya memang susah karena suka dua-duanya), Winky mengesampingkan mimpi untuk mendunia. Malah ia mendukung anak-anak muda berbakat untuk bisa melejit di kancah mancanegara. Di sini saya terkenang ucapan atasan-atasan di kantor dulu. Yang satu berkata, “Jadi freelancer itu nggak fokus.” Saya senyum-senyum menghargai pendapat beliau, terlebih mengingat mantan penyelia saya saat itu sangat multitalenta (dan multiprofesi): copywriter, dosen, penerjemah, jago bahasa Prancis dan IT. Sedangkan saya dari dulu mau nulis blog berbahasa Prancis kebanyakan alasan.

Atasan lainnya mengatakan bahwa kita bosan karena tidak tumbuh. Saya yakin beliau berdua menyadari bahwa beragam kemampuan bermanfaat untuk pekerjaan apa pun, juga di kantoran. Termasuk hal yang tampak sepele seperti menggunakan mesin fax.

Tiap orang punya metode dan definisi sendiri mengenai fokus dan melebarkan sayap. Yang saya alami, agak kesulitan saat mengalihkan tawaran pada sesama generalis. Belakangan ini tiap kali menilik dan menghubungi kolega di daftar rekomendasi, rata-rata sudah penuh minimal selama sebulan ke depan. Ada yang menulis, ada yang menerjemahkan, dan lain-lain.

Tentu saja bukan sekadar kemampuan variatif yang menjadi penyebab mereka tidak kekurangan pekerjaan, tapi juga etika profesional dan perilaku yang baik:)


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

2 Responses to “ Karier Bercabang ”

  1. gravatar Nunik Utami Reply
    November 12th, 2013

    Iya, enak banget yang punya keahlian lain di luar profesi. Hebat dan bisa ngusir bosan 😀

    • gravatar Rini Nurul Reply
      November 13th, 2013

      Nunik kan termasuk:))

Leave a Reply

  • (not be published)