… ketika menyunting dan menerjemahkan.

  1. Seorang dan sebuah. Ini hasil bimbingan Lulu dulu, hanya dicantumkan jika perlu. “Sebuah” kerap kali diganti menjadi “sebatang”, “selembar”, dll.
  2. Nya, terutama jika sudah jelas milik siapa. Sering menjadi repetitif.
  3. Bahwa, khususnya dalam dialog. Ini “ketularan” Mei:))
  4. Yang.
  5. Itu, apalagi kalau sudah berulang dan “tersebut” sudah dipakai juga. Kadang saya rasakan tanpa “itu” pun tidak jadi janggal.
  6. Untuk.
  7. Berada.
  8. Apakah dalam dialog, kecuali konteks formal.
  9. Dengan. “Dengan” yang berjenis kata penghubung, bukan yang berarti “bersama”.
  10. Dari. Keuntungan dari penjualan, penyebab dari kegagalan. Coret deh.
  11. Tentang setelah beberapa kata tertentu. Membahas tentang = membahas. Kalau lagi gemesan banget, “bercerita tentang” pun saya ganti “menceritakan”.
  12. Adalah.
  13. Telah, dulu, kecuali perlu.
  14. Sedang, juga kecuali perlu.
  15. Oleh.
  16. Dengan yang berarti “memiliki”. Misalnya pria dengan satu anak, biasanya saya jadikan pria beranak satu.
  17. Merasa.
  18. Sesuatu. “Adakah sesuatu yang disembunyikan?” = “Adakah yang disembunyikan?”

Banyak juga ternyata:))


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)