Silakan perbesar covernya, mudah-mudahan sinopsis jelas terbaca.

Pengalaman istimewa karena sinopsis tersebut, dari rancangan awal penyuntingnya yakni Dhewiberta, disarikan oleh sang Chief Editor Bentang Pustaka, Mas Imam Risdiyanto.

Terjemahan ini digarap bulan Desember 2010 dan rampung awal Februari 2011, diperpanjang satu bulan setengah karena sangat rumit dan saya sempat sakit. Sangat membanggakan karena sebelumnya saya menempuh tes sebanyak tiga naskah berlainan genre dan mengira tidak lulus.

Ini proyek klasik bernuansa maskulin perdana yang saya garap, setelah sempat mencebur dalam dunia anak-anak dan romansa di buku-buku klasik sebelumnya. Saya diperkenankan menulis Pengantar Penerjemah dan melengkapi dengan glosarium juga, selain yang saya bagi di sini.

Meski tidak seratus persen, kisah Kim berbau India. Cocok juga bagi penggemar fiksi spiritual, khususnya dari timur, dan traveling.

Setiap bab Kim didahului epitaf, seperti ini:

 

  O ye who tread the Narrow Way

By Tophet-flare to judgment Day,

Be gentle when ‘the heathen’ pray

To Buddha at Kamakura!

Saya terjemahkan sbb:

O kau yang menyusuri Jalan Sempit

Dengan nyala Tophetke Hari Penghakiman,

Welas asihlah atas doa ‘kaum tak bertuhan’

Kepada Buddha di Kamakura!

 

Alhamdulillah, buku ini termasuk koleksi National Library Board di Singapura.


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)