Ngangkat meja ini butuh teknik karena ukuran dan kakinya yang "tidak biasa". Bisa dianggap olahraga angkat besi:p

Agaknya Pak RT mempraktikkan lirik lagu Iwan Fals, “Memberi itu terangkan hati.” 🙂

Semasa kecil, saya suka sekali main petak umpet, terutama dengan adik. Paling hobi masuk ke kolong, baik untuk ngumpet atau permainan lainnya (apalagi kalau ngambek). Karenanya, saya sungguh senang tatkala Pak RT kami yang baik budi itu menghadiahkan meja antik ini.

Percaya atau tidak, kolong masih jadi obat suntuk saya. Di bawahnya masih bertumpuk sejumlah barang yang belum disortir, sampai postingan ini ditulis. Saya suka mengisi waktu, misalnya, ketika sedang install kemudian laptop harus restart. Antara lain untuk melakukan sbb:

  1. Memisahkan struk PLN
  2. Membuang struk ATM yang sudah pupus tintanya, nota kantor pos
  3. Menyimpan bon material, bon waktu belanja ATK
  4. Menyimpan catatan nomor ponsel warga se-RT (di sini tak sampai lima orang yang pasang telepon rumah)
  5. Menyisihkan tulisan alamat pengirim paket. Kalau kirim ke yang bersangkutan, tinggal tempel alamat saja.
  6. Mengelap globe.
  7. Merobek-robek struk ATM sebelum dibuang. Ini kebiasaan sejak mengelola fotokopi juga. Di sana ada nomor rekening, nama lengkap, juga saldo. Informasi “rawan” semacam ini sering kami bawa pulang dari fotokopian karena tidak jarang ada yang memfotokopi KTP, surat perjanjian yang mencantumkan data pribadi, serta dokumen sensitif lainnya. Kami merasa punya tanggung jawab moral untuk tidak membuang begitu saja, lebih baik menghancurkan dulu di rumah atau membakarnya sendiri.

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

2 Responses to “ Kolong = Ruang Arsip ”

  1. gravatar Femmy Reply
    April 30th, 2013

    Di rumahku juga hal-hal sensitif seperti truk ATM, formulir bank, dll disimpan di satu kantong plastik, lalu secara berkala dikeluarkan dan dihancurkan. Sampai bela-belain beli paper shredder untuk memudahkan kegiatan ini 🙂

    • gravatar Rini Nurul Reply
      May 1st, 2013

      Like that, Fem:)

Leave a Reply

  • (not be published)