Penulis: Kay Melchisedech Olson

Ilustrasi: Tod Smith

Alih bahasa: Antonius Tri

Penerbit: Elex Media Komputindo, 2009

Tebal: 32 halaman berwarna

 

Untuk mempelajari topik-topik tertentu, komik dapat menjadi sarana yang mencairkan segi-segi berat penyampaian. Kisah penemuan mesin cetak oleh Gutenberg, yang kini populer sebagai situs penyedia buku klasik cuma-cuma, mudah dicerna sekaligus dramatis dengan tampilan visual seperti ini.

Kisah biarawan, para novis yang menjadi penulis atau penyalin di skriptorium mengingatkan saya pada City of Flowers. Di komik ini, banyak detail informasi yang baru saya ketahui, semisal hanya penyalin terbaik yang dipercaya untuk menggunakan tinta berwarna.

Demi keamanan skriptorium dan isinya, semua harus bekerja mulai pagi-pagi sekali sehingga cukup dengan bantuan sinar matahari. Terpikir lagi sewaktu mati listrik akibat gardu tersambar petir dua malam yang lalu, saya ragu-ragu menempatkan lilin karena di rumah kami banyak buku dan kertas.

Pertemanan dan diskusi Gutenberg dengan Nicholas de Cusa membangkitkan ide dan keberanian guna menyalin Alkitab dalam jumlah besar mengingat yang sudah ada mengandung kesalahan kecil tapi fatal. Digambarkan pula betapa berdedikasinya Gutenberg dalam eksperimen dan minatnya terhadap gravir serta pernak-pernik logam terkait setelah menyaksikan cara kerja sang ayah dalam pembuatan koin, sampai-sampai pria cerdas yang tidak suka berhitung ini tidak menikah.

Proyek rahasia Gutenberg yang membutuhkan keterampilan langka menata huruf ini tentu saja membutuhkan dana besar. Risikonya tak kalah mendebarkan. Suatu ketika saudaranya yang ikut andil mendadak meninggal. Namun Gutenberg bangkit lagi dengan gigih dan perfeksionismenya tidak bergeser sedikit pun.

 

[sws_blockquote_endquote align=”” cite=”” quotestyle=”style01″] Halaman ini perlu ditata ulang dan dicetak lagi. Spasi antarkata belum sama. [/sws_blockquote_endquote]

[sws_blockquote_endquote align=”” cite=”” quotestyle=”style02″]Mengerjakannya lagi akan memakan banyak waktu. Apakah ini pantas dilakukan? [/sws_blockquote_endquote]

[sws_blockquote_endquote align=”” cite=”” quotestyle=”style01″]Ya! Alkitabku harus lebih sempurna dibandingkan Alkitab tulisan tangan. [/sws_blockquote_endquote]

(hal. 18)

 

Kali lain, utang mengambrukkan bisnisnya sehingga semua proyek yang dilakukan susah payah sekian lama harus diserahkan. Ia mulai lagi dari nol, menyaksikan perlahan-lahan munculnya perkembangan kebutuhan akan buku cetak kendati karya dan jerih payahnya baru diakui jauh setelah ia meninggal.

Sungguh kisah yang mengaduk-aduk emosi dan amat eksplisit mengenai kerja keras seorang penemu. Bagi saya, inilah yang perlu dicamkan tiap kali merasa lelah menjadi bagian kecil rantai panjang produksi buku cetak. Sambil mengenang kembali suatu pengalaman memasuki ruang percetakan yang berbau menyengat, saya semakin berharap secanggih apa pun teknologi kini dan nanti, buku cetak tak akan pernah lenyap.

 

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)