komikriuk

Komikus: Sheila Rooswitha Putri

Penyunting bahasa: Roni Amdani

Penerbit: Curhat Anak Bangsa, 2013

Tebal: 116 halaman

 

Ketika hendak menulis postingan ini, saya baru memperhatikan cover komiknya. Tapi tak masalah, karena buat saya cover penting namun bukan segalanya.

Komik ini relatif ringan, cocok sebagai bacaan santai. Semula saya tidak menangkap benang merahnya. Sudah mulai geli dan tersindir melulu sih, sejak halaman 13. Mati lampu (iya, saya tahu ini tidak benar secara bahasa, namun sudah telanjur;p) merupakan insiden langganan di sini, bahkan mencapai rekor sampai 6 jam belum lama ini. Komikus mengajak melihat sisi lain, di antaranya kualat terhadap alat kerja manual. Harus diakui, saat gelap-gelapan paling cocok membahas horor.

Bagian Abang dan Eneng, penutupnya nendang banget sehingga saya berharap bisa menunjukkan pada keponakan-keponakan yang hobi mengutip gombalan masa kini. Sedangkan bagian Datok dan Tuan, tak ayal saya mengamati gambar “Si Ganteng” dari pihak Indonesia alias Tuan. Sebutan si Ganteng itu disematkan oleh komikus sendiri, yang saya setujui:p

“Tata Tertib Bioskop” juga menarik dibaca untuk saya yang tidak hobi nonton ke bioskop. Kalau memang keadaannya masih begitu, apa boleh buat… Namun jujur saja, saya salah satu pelaku perusak suasana semasa masih gemar ke bioskop dulu. Waktu itu saya mengomentari semua adegan yang tampak di layar sampai-sampai orang di dekat saya pindah ke barisan lain. Pasalnya, saya nonton dalam kondisi stres seusai bimbingan skripsi. Toh, akhir komik bagian ini yang paling menggelitik dan mengesankan. Komikus menyiratkan bahwa curhat adakalanya ibarat buang gas, melegakan bagi pencurhat namun tidak enak akibatnya bagi pendengar/penampung curhat.

Terlampir pula beberapa pengalaman pribadi sang komikus terkait profesi ilustrator yang bekerja di rumah dan pernak-pernik mengurus keluarga. Tak bisa dimungkiri, niat liburan acap kali berujung pegal badan dan pegal mulut lantaran mengomeli macetnya lalu lintas.

Bila dirasa ada yang kurang memuaskan bagi pembaca, toh komikus telah menempuh tindakan preventif. Ada Warning: Garing Content di sampul buku ini.

 

 

 


Istri, penggemar thriller psikologis, menulis untuk bersenang-senang.  Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.


Author: Rini Nurul

Ngeblog bukan "guilty pleasure". Blog-lah rumah, sedangkan jejaring sosial hanya pos ronda.

Leave a Reply

  • (not be published)